Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. PT Multipolar Tbk (MLPL) ingin terus mengembangkan gurita bisnisnya. Tahun ini, MLPL menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 1,5 triliun sampai Rp 1,9 triliun.
Capex tersebut sebagian besar dibagi ke 3 komponen pengembangan utama MLPL tahun ini. Pertama, sekitar 80% capex diberikan untuk pengembangan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). Dananya akan digunakan untuk penambahan toko baru atau renovasi toko lama. Sampai akhir tahun lalu, MPPA memiliki 107 gerai Hypermart, 58 gerai Foodmart, dan 102 gerai Boston.
Kedua, MLPL menganggarkan banyak belanja modalnya untuk pengembangan data center PT Multifiling Mitra Indonesia. Perusahaan ini mulai beroperasi bulan depan. Ketiga, MLPL juga menyuntikkan banyak dana capex untuk PT Indonesia Media Televisi atau Big TV.
Vice President Finance & Accounting MLPL Djony Rosnipa menyebut bahwa MLPL memiliki beberapa stategi pendanaan. Ini antara lain kas internal, pendanaan existing, pendanaan eksternal, sampai divestasi.
"Secara konsolidasi, kami berusaha mengeluarkan capex 6% sampai 10% dari pendapatan," sebut Djony, Jumat, (29/5).
Tahun ini, MLPL menargetkan pendapatannya tumbuh 10% hingga 20%. Sepanjang 2014, emiten induk dari Grup Lippo ini mengumpulkan pendapatan Rp 17,1 triliun. Artinya, MLPL merasa bisa mengumpulkan pendapatan sekitar Rp 18,81 triliun sampai Rp 20,52 triliun di 2015.
Namun, MLPL mengalami kerugian Rp 254,5 miliar di kuartal satu lalu. Djony menyebut, hal itu disebabkan oleh rugi kurs. Pasalnya, MLPL memeluk utang valas senilai US$ 230 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













