Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Sanny Cicilia
MOJOKERTO. PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) akan terus mendorong produk-produk minuman non-alkohol. Setelah meluncurkan dua produk baru di awal tahun ini, perseroan berencana menambah beberapa varian baru untuk produk minuman non-alkohol berkarbonasi.
Bambang Britono, Corporate Affairs Director MLBI mengatakan, sesuai dengan ketentuan, proses produksi minuman non alkohol ini terpisah dengan proses produksi bir.
Pada 2014, perseroan telah mendirikan pabrik Non Alcoholic Beverage di Sampang Agung, Mojokerto. Pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 4.720 meter persegi dengan total investasi Rp 210 miliar.
Jenny Tumewu, Marketing Manager Group Brand Bintang MLBI mengatakan, perseroan baru meluncurkan inovasi minuman bebas alkohol dengan kategori baru, yakni minuman malt berkarbonasi Bintang 0,0%. Produk ini terdiri dari dua varian, yakni Bintang Zero 0,0% dan Bintang Radler 0,0%.
Menurutnya, produk ini memiliki produksi berbeda dengan kategori bir. Bintang 0,0% tidak melibatkan proses fermentasi dalam pembuatannya. Selain produk Bintang 0,0%, perseroan juga memproduksi produk minuman bersoda Green Sands dan Fayrouz di pabrik ini.
Jenny mengatakan, meski dari sisi pangsa pasar minuman non-alkohol, produk milik MLBI masih sedikit, ia yakin, peluang penjualan di produk ini masih cukup besar.
"Kami memang tidak head to head dengan kompetitor. Tahun ini, kami akan menambah varian rasa baru untuk produk non-alkohol," ujar Jenny, di Mojokerto, Rabu (18/5). Sayang, ia belum menjelaskan secara spesifik mengenai target penjualan dan jumlah produk yang akan diluncurkan.
Di sisi lain, perseroan juga masih tetap mendorong penjualan bir. Bambang mengatakan, secara industri, penjualan bir masih bisa tumbuh 5% pada tahun ini. Untuk saat ini, produk-produk perseroan masih dijual untuk konsumsi dalam negeri.
Per Kuartal I 2016, perseroan mencetak penjualan bersih sebesar Rp 807,3 miliar, naik 41% year on year (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 568,9 miliar. Dari penjualan itu, produk bir menyumbang porsi 88%, sementara minuman non alkohol atau soft drink baru sekitar 2% atau Rp 95,4 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













