kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

MISI:Tegur emiten yang masalah laporan keuangannya


Selasa, 15 April 2014 / 17:26 WIB
Produk perawatan kulit Vaseline dari PT Unilever Tbk. Unilever Indonesia (UNVR) Bagikan Dividen Interim Sebesar Rp 2,63 Triliun.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 49 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangannya. Sejumlah 480 emiten telah menyampaikan laporan keuangan 2013 dan dinyatakan wajar tanpa pengecualian. Lalu, ada 3 emiten yang mendapat wajar dengan pengecualian yaitu PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), PT Davomas Abadi Tbk (DAVO), dan PT SLJ Global Tbk (SULI). Kemudian terdapat satu emiten PT Bahtera Adimina Samudra Tbk (BASS) yang dinyatakan disclaimer oleh auditor.

Dewan Pakar Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISI) Johanes Soetikno bilang, pihak bursa mestinya menegur emiten yang laporan keuangannya bermasalah. Kemudian, perlu dilakukan audit investigasi untuk memeriksa apabila ada yang janggal dari pencatatan kinerja para emiten tersebut. "Kalau kriminal, tangkap," ujar Johanes, Selasa, (15/4).

Meski begitu, ia menilai bahwa sektor dari emiten-emiten tersebut pun perlu diperhatikan. Apalagi bagi sektor pertambangan yang sedang kesulitan. Pasalnya, sektor pertambangan terkena kebijakan pemerintah mengenai keharusan memiliki smelter dan pengenaan pajak yang tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×