kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Minyak nangkring di level US$ 50 per barel


Kamis, 01 Desember 2016 / 16:00 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

SEOUL. Minyak mentah pertahankan kenaikan terbesar dalam sembilan bulan setelah OPEC menyetujui pemangkasan pasokan pertama dalam delapan tahun, Kamis (1/12).

Mengacu Bloomberg, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari naik sebanyak 68 sen ke US$ 50,12 per barel di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan di US$ 50,09 pada 14:55 siang di Seoul.

Kontrak minyak ini melonjak sebanyak US$ 4,21 menjadi ditutup pada US$ 49,44 per barel pada Rabu kemarin, di mana volume keseluruhan perdagangan di Nymex naik ke rekornya sebesar 2,5 juta kontrak, menurut data CME yang telah diperbarui dan dikumpulkan oleh Bloomberg. Harga naik 5,5 % pada November.

Sedangkan, minyak Brent untuk pengiriman Februari naik sebanyak 72 sen, atau 1,4 %, ke US$ 52,56 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak Januari melonjak US$ 4,09, atau 8,8 %, berakhir pada US$ 50,47 per barel di hari Rabu.

OPEC sepakat untuk mengurangi produksi kolektif sebanyak 32,5 juta barel per hari, Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mengatakan di Wina.

Goldman Sachs Group Inc dan Morgan Stanley mengatakan harga bisa naik sampai US$ 60 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×