kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.618   65,00   0,37%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Minyak lanjutkan penguatan di atas US$ 49


Kamis, 16 Maret 2017 / 15:49 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Minyak mentah perpanjang kenaikan di atas US$ 49 per barel didorong rilis data pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan penurunan tak terduga stok minyak mentah. Ini merupan pertama tahun ini.

Mengutip Bloomberg, Kamis (16/3) minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik sebanyak 76 sen menjadi US$ 49,62 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di US$ 49,47 pada pukul 07:58 waktu London. Harga minyak ini telah naik US$ 1,14 ditutup US$ 48,86 pada hari Rabu setelah jatuh hampir 11 % tujuh sesi sebelumnya.

Sedangkan minyak, minyak Brent untuk pengiriman Mei naik sebanyak 84 sen, atau 1,6 %, ke US$ 52,65 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga naik 89 sen menjadi US$ 51,81 pada hari Rabu.

Badan Administrasi Informasi Energi (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS turun 237.000 barel pekan lalu. Di sisi lain, Irak berencana untuk menggenjot produksinya ke 5 juta barel per hari pada akhir 2017, ujar Menteri Perminyakan Jabbar Al-Luaibi.

Pekan lalu, harga minyak jatuh di bawah US$50 per barel untuk pertama kalinya sejak Desember akibat meningkatnya pasokan. Saat negara-negara pengekspor minyak yang tergabung dalam OPEC dan non-OPEC memangkas produksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×