kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Minyak disokong sinyal perlambatan produksi


Senin, 17 Juli 2017 / 11:08 WIB


Sumber: CNBC,Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Harga minyak dunia di pasar global lanjut menguat. Minyak mentah melaju didukung sinyal perlambatan produksi dan optimisme permintaan yang kuat.

Mengutip Bloomberg, Senin (17/7) pukul 10.48 WIB, minyak west texas intermediate (WTI) naik 0,23% dari posisi akhir pekan lalu ke level US$ 46,65 per barel.

Kenaikan harga minyak didorong permintaan yang kuat, serta tanda-tanda bahwa kenaikan produksi minyak di Amerika Serikat terus-menerus melambat.

"Penurunan persediaan minyak AS yang tajam pekan lalu didukung komentar dari IEA bahwa permintaan tumbuh lebih kuat daripada perkiraan semula. Operasional rig pengeboran minyak yang beroperasi di AS juga mereda," tulis ANZ Bank seperti dilansir CNBC, Senin.

Perusahaan jasa pengeboran, Baker Hughes AS menyatakan, AS hanya menambah dua rig dalam sepekan per 14 Juli, sehingga jumlah total rig yang beroperasi mencapai 765. Tingkat penambahan rig tercatat melambat. Tambahan rig selama empat pekan terakhir rata-rata hanya lima unit, terendah sejak November 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×