kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45961,84   -17,31   -1.77%
  • EMAS984.000 -1,50%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Minim koreksi dan lebih defensif, saham emiten barang konsumsi masih jadi primadona


Senin, 14 September 2020 / 23:31 WIB
Minim koreksi dan lebih defensif, saham emiten barang konsumsi masih jadi primadona
ILUSTRASI. Jurnalis berada di depan layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2020). Indeks sektor consumer goods masih menjadi jawara indeks sektoral sejak awal tahun atau secara year-to-date. Tribunnews/Irwan Ri


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks sektor barang konsumsi (consumer goods) masih menjadi jawara indeks sektoral sejak awal tahun atau secara year-to-date (ytd). Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), per Senin (14/9) indeks sektor barang konsumsi hanya terkoreksi 5,5%.

Bahkan, koreksi ini lebih rendah dibanding koreksi yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang  telah tergerus hingga 18,06% sejak awal tahun. Koreksi  yang terjadi pada sektor consumer juga lebih rendah dari indeks sektoral lain, seperti sektor properti yang ambles hingga 34,8% dan indeks aneka industri yang turun hingga 29,55% secara ytd.

Para penghuni indeks ini juga minim koreksi. Ambil contoh saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang sejak awal tahun hanya terkoreksi 1,85%. Saham consumer milik grup salim, yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) hanya terkoreksi  masing-masing 1,58% dan 5,38% sejak awal tahun.

Baca Juga: PSBB Jakarta tak separah yang diekspektasikan pasar, IHSG berhasil menguat

Analis Phillip Sekuritas Anugerah Zamzami Nasr menilai, saham emiten barang konsumsi masih dalam valuasi wajar dan belum premium (mahal). Sebab, sejumlah saham di sektor ini masih menarik dan terdiskon. “Secara sektor, indeks barang konsumsi terlihat beberapa masih diperdagangkan di bawah -1 standard deviasi dari rata-rata P/E dan PBV lima tahunnya,” ujar Zamzami kepada Kontan.co.id, Senin (14/9).

Selain INDF, ICBP, dan KLBF, Zamzami juga merekomendasikan investor untuk mencermati saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) hingga PT Gudang Garam Tbk (GGRM).    

Zamzami mengatakan, level entry untuk masuk ke saham-saham ini tergantung dari tipe investor. Namun,  alangkah lebih baik apabila investor melakukan cicil beli secara bertahap atau bisa juga menggunakan metode cost averaging.

Emiten barang konsumsi pun dinilai cukup bertahan dari sentimen pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Menurut Putu Chantika Putri, Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, penerapan PSBB  jilid kedua saat ini sedikit lebih fleksibel dibandingkan yang pertama. Sehingga, Chantika mengekspektasikan sejumlah emiten di sektor barang konsumer masih dapat membukukan kinerja yang lebih baik lagi dibandingkan pada kuartal kedua  yang dinilai sebagai masa tersulit bagi emiten (the worst quarter).

Baca Juga: Saham emiten barang konsumsi ini punya valuasi terdiskon, cermati rekomendasinya

Saat ini, saham sektor konsumer yang masih menjadi rekomendasi NH Korindo Sekuritas adalah ICBP dengan target harga Rp 12.150, KLBF dengan target harga  Rp 1.870, dan  PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk  (SIDO) dengan target harga Rp 1.500. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×