Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
Dengan kebijakan cukai rokok yang diperkirakan stabil pada 2026, laba bersih HMSP diproyeksikan tumbuh hingga 41% atau sekitar Rp 8 triliun.
Emiten ini dikenal dengan payout ratio tinggi, mendekati 100%, sehingga potensi imbal hasil dividen diperkirakan bisa mencapai sekitar 8,94%.
Pilihan lain adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Sebagai bagian dari ekosistem MIND ID, INCO berpeluang memperluas kolaborasi di rantai pasok baterai nasional.
Kemitraan dengan Huayou dan Ford turut memperkuat posisinya sebagai produsen nikel utama untuk industri kendaraan listrik.
Baca Juga: Pembatalan B50 Menekan Fundamental Emiten CPO, Simak Rekomendasi Analis Berikut
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga dinilai menarik berkat fokus integrasi fixed mobile convergence (FMC) dan penguatan bisnis digital.
Atas dasar itu, Nafan merekomendasikan akumulasi beli BBCA, BBNI, HMSP, dan TLKM dengan target harga jangka panjang masing-masing Rp 9.750, Rp 5.600, Rp 975, dan Rp 4.290 per saham.
Ia juga merekomendasikan add INCO dengan target harga jangka panjang Rp 7.625 per saham.
Selanjutnya: Asing Catat Net Sell, Saham-saham Bank Tetap Dikoleksi (4/2)
Menarik Dibaca: Asing Catat Net Sell, Saham-saham Bank Tetap Dikoleksi (4/2)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













