kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.973.000   129.000   4,54%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Cek Emiten Big Caps yang Berpeluang Penuhi Batas Minimum Free Float 15%


Kamis, 05 Februari 2026 / 04:40 WIB
Cek Emiten Big Caps yang Berpeluang Penuhi Batas Minimum Free Float 15%
ILUSTRASI. BEI berencana menaikkan batas free float jadi 15%. Investor wajib tahu 267 emiten yang terdampak


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghitung jika batas minimal free float dari 7,5% menjadi 15% akan ada 267 perusahaan tercatat alias emiten yang terdampak atau belum memenuhi ketentuan.  

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menjelaskan dari 267 emiten tersebut, 49 perusahaan tercatat di antaranya merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar besar alias big cap.  

“Ada 49 di dalamnya yang memberikan kontribusi sebesar 90% dari total kapitalisasi pasar. Jadi kami coba sasar dulu yang 49 ini, walaupun yang harus memenuhi 267 emiten” jelasnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (4/2/2026). 

Baca Juga: Investor Dinilai Mulai Melirik Saham Fundamental, Prospek Indeks LQ45 Bakal Cerah?

Nyoman menjelaskan 49 emiten itu berasal dari berbagai sektor, di mana emiten itu akan menjadi proyek pencontohan alias pilot project kepada perusahaan tercatat lainnya sesuai dengan tahapan. 

Saham dengan nilai kapitalisasi pasar alias market cap terbesar nomor satu di BEI, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) baru memiliki jumlah saham beredar bebas sebesar 12,3% per Desember 2025.  

Emiten milik Prajogo Pangestu lainnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terpantau baru memiliki free float sebesar 10,66% per Desember 2025. Adapun market TPIA per Rabu (4/2/2026) mencapai Rp 592 triliun.

Di periode yang sama entitas usaha TPIA, yakni PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) tercatat baru memiliki saham free float sebesar 9,97%. CDIA tercatat memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 134 triliun.

 

Selain saham milik konglomerasi, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) juga belum mencapai minimal free float. Berdasarkan data kepemilikan efek per Desember 2025, free float HMSP baru mencapai 7,5%. 

Kemudian ada PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang saham free float-nya sedikit lagi mencapai 15%. Per Desember 2025, jumlah saham free float UNVR mencapai 14,05%. 

Selanjutnya: Peringatan Dini BNI: Ekonomi 2025 Gagal Capai Target Pemerintah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×