Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih belum mampu keluar dari level Rp 50 per saham atau yang dikenal investor sebagai level gocap. Bahkan, saham teknologi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu telah bertahan di harga Rp 50 sejak 5 Mei 2026, yang juga merupakan batas bawah perdagangan saham di papan utama BEI.
Namun menariknya, di tengah pergerakan harga yang stagnan tersebut, jumlah investor saham anggota LQ45 justru mengalami lonjakan signifikan.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per Juni 2026, jumlah pemegang saham GOTO mencapai 446.581 investor, meningkat 85.625 investor dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 360.956 investor.
Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa minat investor terhadap saham GOTO masih tinggi meskipun harga sahamnya belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Baca Juga: Harga Turun, Lo Kheng Hong Beli Lagi Saham Properti Ini
Investor GOTO Bertambah 23,7% dalam Sebulan
Jika dihitung secara persentase, jumlah pemegang saham GOTO meningkat sekitar 23,7% secara bulanan (month-on-month).
Penambahan lebih dari 85 ribu investor dalam satu bulan menjadi salah satu kenaikan jumlah pemegang saham terbesar di Bursa Efek Indonesia pada periode tersebut.
Fenomena ini cukup menarik karena terjadi ketika harga saham GOTO masih berada di level terendah yang diperbolehkan oleh regulasi BEI.
Bagi sebagian investor ritel, harga Rp 50 sering dianggap sebagai area yang menarik untuk melakukan akumulasi karena potensi penurunan harga dinilai semakin terbatas. Di sisi lain, level gocap juga mencerminkan bahwa pasar masih memberikan valuasi yang rendah terhadap prospek jangka pendek emiten.
Tonton: Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Mulai 1 September 2026, Penumpang Bisa Bawa Hingga 64 Kg!
Saham GOTO Bertahan di Gocap Sejak Awal Mei
Perdagangan saham GOTO telah berada di harga Rp 50 sejak 5 Mei 2026 dan belum berhasil keluar dari level tersebut hingga akhir Juni 2026.
Posisi ini membuat GOTO masuk dalam kelompok saham yang diperdagangkan pada batas bawah harga saham BEI.
Ketika sebuah saham berada di level gocap dalam periode panjang, ruang pergerakan harga menjadi sangat terbatas. Akibatnya, transaksi saham umumnya lebih didominasi oleh investor yang melakukan akumulasi jangka panjang dibandingkan trader jangka pendek.
Kondisi inilah yang tampaknya terjadi pada GOTO. Meskipun harga tidak bergerak, jumlah investor justru terus bertambah.
Kepemilikan Publik Tetap Mendominasi
Struktur kepemilikan saham GOTO masih didominasi oleh pemegang saham publik.
Kelompok pemegang saham non-warkat dengan kepemilikan di bawah 5% menguasai sekitar 76,9% saham GOTO atau setara 916,04 miliar saham.
Sementara itu, dua pemegang saham besar tetap mempertahankan posisinya, yakni:
- SVF GT Subco Ltd dengan kepemilikan 7,65%;
- Taobao China Holding Ltd dengan kepemilikan 7,43%.
Di jajaran manajemen, tidak terdapat perubahan berarti dalam kepemilikan saham. Namun salah satu direktur, Wuzhen (William), tercatat menambah kepemilikan sebanyak 35,35 juta saham selama Juni 2026.
Tonton: Tan Kian Ditahan Kortas Tipidkor Buka Suara soal Foto Viral Konglomerat Pemilik Pacific Place
Saham Treasuri GOTO Bertambah
Laporan registrasi juga menunjukkan bahwa GOTO menambah porsi saham treasuri (treasury stock).
Per akhir Juni 2026, jumlah saham treasuri mencapai 39,78 miliar saham atau setara 3,34% dari total saham beredar. Angka tersebut meningkat sekitar 350 juta saham dibandingkan bulan sebelumnya.
Penambahan saham treasuri ini sejalan dengan program pembelian kembali saham (buyback) yang sebelumnya dijalankan perseroan sebagai upaya menjaga nilai pemegang saham dan meningkatkan efisiensi struktur permodalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














