kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Meski tak sebaik tahun lalu, prospek reksadana pendapatan tetap masih paling positif


Selasa, 04 Februari 2020 / 19:37 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi reksadana. KONTAN/Muradi/2019/09/17


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Tendi Mahadi

Secara umum kinerja reksadana pendapatan tetap di jangka menengah diyakini masih dalam tren naik, meski harus dihadapkan pada situasi volatilitas yang cenderung meningkat. Untuk itu, PNM IM melihat portofolio dengan tenor jangka panjang adalah pilihan terbaik di tengah situasi pasar saat ini.

Hanya, saja dia juga memperkirakan bahwa posisi yield dalam beberapa pekan terakhir cenderung menunjukkan pola koreksi wajar. Namun, di jangka menengah trennya berpotensi berbalik naik. "Kami masih melihat bahwa reksadana yang berinvestasi di SBN atau SBSN masih berpeluang mencatat pertumbuhan yang baik tahun ini," ujarnya. 

Baca Juga: Kinerja Obligasi Masih Menjanjikan, Reksadana Pendapatan Tetap Menarik Dikoleksi

Sementara itu, berdasarkan data Infovesta Utama terkait kinerja reksadana per 31 Januari 2020, diketahui produk Avrist ada Obligasi Berlian masuk urutan ketiga produk reksadana pendapatan tetap berkinerja terbaik, dengan mencatatkan kenaikan 3,57%.

Diungkapkan Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich bahwa perusahaan fokus berinvestasi di SBN seri benchmark. "Sehingga, capital gain yang didapat lebih optimal ketika market rally seperti di Januari 2020," kata Farash kepada Kontan, Selasa (4/2).

Untuk ke depannya, Avrist Asset Management bakal mempertahankan strateginya dalam mengelola produk reksadana pendapatan tetapnya. Harapannya, kinerja tahun ini tetap positif walaupun ada kemungkinan tidak setinggi tahun lalu. 

Baca Juga: Beli reksa dana di Bareska kini bisa menggunakan OVO

"Itu karena, rate cut tahun ini kemungkinan hanya satu kali saja. Di samping itu, ketika awal tahun 2020 yield hanya 7% lebih rendah dibandingkan 2019 yakni 8%. Untuk itu, yield 10 tahun diharapkan bisa turun 6,5% tahun ini," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×