CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Mencermati dampak konflik AS-Iran terhadap ekonomi Indonesia


Rabu, 08 Januari 2020 / 13:39 WIB
ILUSTRASI. Nyala api muncul dari tumpukan nyala api di ladang minyak Nahr Bin Umar, utara Basra, Irak, 16 September 2019.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

Thendra memprediksi, apabila harga minyak dunia dapat mencapai level  US$ 70-US$ 80 per barrel, maka nilai tukar rupiah dapat melemah ke Rp 14.200 - Rp 14.500 terhadap dolar AS. Per 12.30 WIB tadi, nilai tukar rupiah masih berada di level Rp 13.929 per dollar AS. 

Ia juga melihat, bursa saham Indonesia akan terkena dampak negatif atas peningkatan tensi geopolitik AS-Iran berupa koreksi wajar yang dapat terjadi. "Hampir keseluruhan sektor akan dirugikan karena penurunan daya beli dan peningkatan biaya bahan bakar," kata dia.

Baca Juga: Dolar AS keok, harga emas hari ini mendekati puncak tertinggi

Akan tetapi, bagi sektor pertambangan emas dan minyak, kondisi ini justru akan membawa dampak positif. "Pasalnya, harga minyak dan emas dunia kembali mencatatkan level tertinggi banding tahun lalu," ucap dia.

Untuk itu, ia menyarankan para investor untuk trading buy pada sektor yang tengah diuntungkan dari sentimen konflik AS-Iran ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×