kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Dolar AS keok, harga emas hari ini mendekati puncak tertinggi


Senin, 30 Desember 2019 / 22:14 WIB
ILUSTRASI. Pramuniaga menunjukkan emas batangan untuk investasi di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Jumat (7/12/2018).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Harga emas hari ini naik ke puncak tertinggi dalam dua bulan terakhir, lantaran pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) memicu minat investor pada logam mulia.

Tambah lagi, serangan militer AS di Timur Tengah memberikan dukungan terbatas terhadap harga emas di tengah perdagangan yang terbilang sepi selama musim libuaran akhir tahun.  

Mengacu Bloomberg pukul 22.01 WIB, harga emas hari ini di pasar spot naik 0,33% menjadi US$ 1.515,54 per ons troi, setelah sempat mencapai rekor tertinggi sejak 25 Oktober di US$ 1.515,80. Sedang harga emas berjangka AS turun tipis 0,04% ke posisi US$ 1.517,50.

Baca Juga: AS gempur Irak dan Suriah, harga emas hari ini sentuh level tertinggi

"Mengingat volume perdagangan yang berkurang selama musim liburan, bahkan peristiwa sensitif seperti serangan udara AS tidak memiliki dampak yang cukup untuk menjaga harga emas naik tinggi," kata Analis Bank of China International Xiao Fu.

"Pergerakan kenaikan harga emas yang kita lihat hari ini sebagian besar disebabkan oleh pelemahan dolar AS," ujar dia kepada Reuters.

Dolar AS hari ini tergelincir terhadap enam mata uang utama dunia, dengan mencatat penurunan persentase satu hari terbesar sejak Maret lalu. Pelemahan dolar negeri uak Sam membuat emas lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×