kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Menanti The Fed, bursa AS ditutup di zona hijau


Kamis, 11 Juli 2013 / 05:07 WIB
ILUSTRASI. Mengandung Vitamin C, B3, Serat Dll, Ini Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

NEW YORK. Bursa saham AS mengalami perubahan tipis, karena investor banyak yang menanti dan menganalisis hasil pertemuan terakhir dari The Federal Reserve, terkait dengan rencana kebijakan stimulusnya.

Indeks The Standard & Poor 500 naik tipis mendekati 0,1% persen menjadi 1.652,62 pada pukul 16.00 waktu di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 8,68 poin atau 0,1% menjadi 15.291,66. Sekitar 5,7 miliar saham diperdagangkan di bursa atau 13% di bawah rata-rata tiga bulan.

Sektor keuangan justru turun paling di 10 sektor yang ada di dalam indeks S & P 500. Bank of America Corp dan Wells Fargo & Co merosot lebih dari 1,2%. Nabors Industries Ltd (NBR) turun 6,3% setelah ada perkiraan pendapatan operasionalnya di bawah estimasi analis.

Family Dollar Stores Inc (FDO) naik 7,1% karena laba bisnis ritel itu melampaui estimasi analis. Hewlett-Packard Co (HPQ) naik 1,8% setelah Citigroup Inc menyarankan investor untuk membeli sahamnya.

"Sebagian besar analis bilang, menit-menit terakhir sepertinya The Fed memperkuat pernyataannya di bulan Juni," kata Ryan Larson, analis RBC global Asset Management (AS) Inc yang berbasis di Chicago.

Keputusan Bank Sentral AS itu bulan Juni lalu itu rencananya akan dirilis hari ini di Washington. Analis menilai, ada kecenderungan The Fed mulai mengurangi pembelian obligasi. "Kemungkinan akan segera diakukan," jelas analis itu kepada Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×