kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Saham Naik 8% Usai Putusan PKPU Ditolak, Tapi Awas Wika Gedung (WEGE) Masih Merugi


Selasa, 11 Agustus 2026 / 19:42 WIB
Saham Naik 8% Usai Putusan PKPU Ditolak, Tapi Awas Wika Gedung (WEGE) Masih Merugi
ILUSTRASI. Waskita Beton Precast (WEGE) produksi dan kirim 21.052 batang Spun Pile di semester I-2026. (DOK/Waskita Beton Precast)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) tiba-tiba bergerak. Saham WEGE ditutup naik 8% di level Rp 54 per saham pada Selasa (11/8/2026). 

Kenaikan harga saham WEGE tak lepas dari kabar baik dari manajemen yang mendapat kepastian hukum setelah Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan terhadap perusahaan.

Putusan tersebut ditetapkan pada Kamis, 6 Agustus 2026, dalam perkara Nomor 158/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN Niaga Jkt.Pst. Adapun pihak yang mengajukan permohonan PKPU adalah PT Bima Terang Nusantara.

Baca Juga: Bybit Indonesia Targetkan 20% Pangsa Pasar Perdagangan Kripto

Dalam putusan tersebut, Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan menolak permohonan PKPU yang diajukan PT Bima Terang Nusantara terhadap WEGE. "Bahwa putusan perkara pada Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor register 158/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN Niaga Jkt.Pst dengan pemohon PT Bima Terang Nusantara dinyatakan ditolak,” tulis Corporate Secretary WEGE Purba Yudha Tama dalam keterbukaan informasi di BEI. 

Dengan adanya putusan tersebut, manajemen WEGE memastikan perkara PKPU ini belum memberikan dampak langsung terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan.

“Perusahaan menyampaikan bahwa tidak terdapat dampak langsung terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha,” tambah Purba.

Dari sisi fundamental, WEGE mencatatkan raihan nilai kontrak baru sebesar Rp 610,17 miliar per semester I 2026. Raihan tersebut naik 510% secara tahunan dari Rp 100 miliar per semester I 2025. 

Dari sisi postur keuangan, WEGE sukses memangkas total liabilitas secara signifikan menjadi Rp1,84 triliun pada 30 Juni 2026.  Capaian efisiensi kewajiban ini membaik dibandingkan posisi liabilitas pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 2,53 triliun per 30 Juni 2025. 

Penurunan kewajiban ini secara langsung memperkuat rasio-rasio solvabilitas dan likuiditas perusahaan. Debt to Equity Ratio (DER) WEGE tetap berada di level 0,98x.  Current Ratio WEGE saat ini berada pada 1,80x, secara rasio struktur likuiditas menunjukkan perbaikan, meskipun penguatan arus kas operasi tetap menjadi prioritas. 

Baca Juga: Kinerja Rukun Raharja (RAJA) Positif di Semester I-2026, Cek Rekomendasi Sahamnya

"Terjaganya rasio-rasio krusial ini turut didukung oleh total aset perusahaan yang berdiri kukuh di angka Rp 3,72 triliun, dengan struktur ekuitas yang sangat solid sebesar Rp 1,88 triliun,” papar Direktur Utama WEGE, Mahendra Vijaya. 

Selama semester I 2026, WEGE mencatatkan pendapatan sebesar Rp 404,85 miliar, dengan torehan laba bruto senilai Rp22,41 miliar. Sayangnya, pendapatan WEGE turun 55,4% secara year on year (yoy) dan laba bruto terkoreksi 78,19% yoy. 

Dengan masih besarnya sejumlah beban, WEGE mencatatkan rugi bersih Rp 89,74 miliar per akhir kuartal II 2026. Ini berbanding terbalik dari laba bersih Rp 456,41 miliar di periode sama tahun 2025. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×