kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Menanti Pertemuan FOMC, Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini, Kamis (30/1)


Kamis, 30 Januari 2025 / 06:10 WIB
Menanti Pertemuan FOMC, Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini, Kamis (30/1)
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di salah satu kantor cabang BNI di Jakarta. Harga BBM dengan kadar oktan 92 di sejumlah SPBU pada Januari 2025 kompak naik. Tercatat kenaikan paling tinggi terjadi di SPBU Shell. ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/wpa.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usai libur panjang, rupiah spot ditutup melemah 0,3% ke Rp 16.221 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (29/1). Mata uang garuda diperkirakan lanjut melemah pada Kamis (30/1).

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan bahwa pelemahan rupiah seiring rebound dolar AS, yang tercermin dari indeks dolar yang kembali naik ke 108. Hal itu disebabkan kembalinya kekhawatiran seputar kebijakan Trump yang mengancam akan memberlakukan tarif universal.

"Dolar AS rebound sangat kuat dari perlemahan di sesi sebelumnya dari kejatuhan saham AI dan teknologi AS," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (28/1).

Baca Juga: Ada Dua Hari Perdagangan di Pekan Pendek, Cek Rekomendasi Saham Berikut Ini

Untuk besok, rupiah diperkirakan lanjut melemah oleh kekhawatiran tersebut. Selain itu, investor juga mengantisipasi pertemuan FOMC yang pertama pada tahun ini.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede melanjutkan bahwa pekan ini pergerakan rupiah diperkirakan akan dipengaruhi oleh sinyal dari rapat FOMC.

"Selain itu, Senat AS mengonfirmasi Scott Bessent sebagai Menteri Keuangan berikutnya, yang merupakan bagian dari tim yang mempertimbangkan kenaikan tarif secara bertahap," sebutnya.

Karenanya, Josua memperkirakan rupiah bergerak ada kisaran Rp 16.125 - Rp 16.275 per dolar AS. Adapun Lukman memproyeksikan rupiah dikisaran Rp 16.150 - Rp 16.250 per dolar AS.

 Tonton: Aman dan Imbal Hasil Besar, Modal Investasi ORI 027 Hanya Rp 1 Juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×