kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.145   1,00   0,01%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Rupiah menanti kepastian BBM


Senin, 17 November 2014 / 06:25 WIB
ILUSTRASI. Pelarangan ekspor bijih bauksit akan berdampak pada bisnis perusahaan, tetapi juga peluang pengembangan smelter. (KONTAN/Dimas Andi Shadewo)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Di pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diprediksi masih konsolidasi, dengan kecenderungan melemah. Ketidakpastian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menyulitkan rupiah beranjak.

Akhir pekan lalu, sentimen yang sama menekan rupiah. Kurs tengah BI mencatat, rupiah melemah 0,12% ke Rp 12.206. Di pasar spot, pasangan USD/IDR turun tipis 0,08% menjadi Rp 12.213.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai, rupiah tidak banyak bergerak, sebab pelaku pasar menanti kepastian kenaikan harga BBM, serta hasil pertemuan KTT G20. "Namun, pelemahan rupiah tidak tajam, sebab tertopang defisit transaksi berjalan kuartal III yang menyusut," jelas David.

Di sisi lain, dollar AS lebih kokoh, karena penjualan ritel dan indeks keyakinan konsumen Amerika bulan Oktober membaik. avid menduga, hari ini, rupiah masih konsolidasi dengan cenderung melemah di kisaran Rp 12.170-Rp 12.220.

Daru Wibisono, analis PT Monex Investindo Futures, sependapat, rupiah bakal bergulir terbatas, sebab menunggu hasil KKT G20 dan kenaikan harga BBM. Prediksinya, rupiah bergerak antara Rp 12.180-Rp 12.220.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×