Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Selasa (23/6/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,09% secara harian ke Rp 17.859 per dolar AS.
Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,27% secara harian ke Rp 17.868 per dolar AS.
Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen risk off menjelang hasil MSCI.
Pelaku pasar menunggu hasil evaluasi MSCI, dimana pasar sempat mengalami tekanan setelah merilis Global Market Accessibility Review yang menurunkan penilaian indikator Information Flow Indonesia dari positif menjadi negatif.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.859 Per Dolar AS Hari Ini (23/6), Asia Terkoreksi
“Sejumlah catatan terkait transparansi struktur kepemilikan saham publik atau free float serta indikasi aktivitas perdagangan yang dinilai terkoordinasi dan informasi perusahaan emiten sering tidak tersedia secara lengkap dalam bahasa Inggris,” ujar Ibrahim, Selasa (23/6/2026).
Ibrahim juga melihat bahwa pasar juga terus memantau tentang rentetan persoalan yang menimpa sejumlah perusahaan manufaktur mulai dari penghentian produksi, perumahan karyawan, keterlambatan pembayaran gaji hingga relokasi investasi ke negara lain dinilai menjadi sinyal melemahnya daya saing industri manufaktur nasional.
Adapun untuk besok, Ibrahim mengatakan pergerakan rupiah dipengaruhi hasil MSCI Annual Market Classification Review. Rupiah juga akan dipengaruhi perkembangan sentimen geopolitik global.
Baca Juga: Waspada Penipuan Investasi Drama China, YUDIA - Sensenowai Dihentikan, Ini Daftarnya
Ibrahim memperkirakan rupiah besok (24/6) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.850 – Rp 17.900 per dolar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














