kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Menakar Daya Tarik Pembagian Dividen di Tengah Tekanan IHSG


Selasa, 09 Juni 2026 / 16:41 WIB
Menakar Daya Tarik Pembagian Dividen di Tengah Tekanan IHSG
ILUSTRASI. TLKM, MEDC, BBCA, INCO tebar dividen jumbo.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Musim pembagian dividen belum berakhir. Beberapa emiten bahkan baru menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan salah satu mata agenda pembagian dividen. 

Terbaru, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk membagikan dividen tunai tahun buku sebesar Rp 21,9 triliun atau sekitar Rp 222,08 per saham.

Dengan harga penutupan pada Selasa (9/6/2026) di Rp 2.620 per saham, maka dividend yield yang ditawarkan emiten pelat merah itu mencapai 5,89%. Ini bahkan jauh lebih tinggi dari bunga deposito yang ditawarkan perbankan. 

Baca Juga: Pradiksi Gunatama (PGUN) Realisasi Belanja Modal Rp 26,6 Miliar per Mei 2026

Kemudian ada PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang akan membagikan dividen final dari perolehan laba tahun buku 2025 senilai US$ 87 juta atau setara dengan US$ 0,0018 per saham. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, di tengah situasi dan kondisi saat ini, rasanya pembagian dividen pun tidak akan dilirik oleh investor dan pelaku pasar. 

“Situasi dan kondisi yang ada seperti diabaikan sehingga tidak akan ada perbaikan yang terjadi saat ini. Sekalipun ada saham yang mampu memberikan dividen menarik, mereka akan menunggu,” ucapnya kepada Kontan, Senin (8/6/2026). 

Menurutnya, kekhawatiran terbesar investor dan pelaku saat pasar ini adalah IHSG akan dibiarkan mati perlahan atau ada sesuatu yang harus dilakukan untuk memperbaiki ini semua.

“Namun karena para pemangku kepentingan juga terlihat tidak melakukan sesuatu dan tekanan jua masih sangat masif, memegang kas akan jauh lebih baik untuk saat ini,” kata Nico. 

Selain mempertebal posisi kas, lanjut Nico, instrumen obligasi juga terlihat lebih menguntungkan dibandingkan saham setidaknya untuk saat ini karena mendapatkan bunga obligasi. 

Namun Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai dividend investing mulai menjadi salah satu strategi defensif yang menarik di tengah kondisi penurunan IHSG hingga 20% dalam sebulan terakhir. 

Baca Juga: IHSG Melonjak 7,54% ke 5.746 pada Selasa (9/6), CUAN, BRPT, SCMA Top Gainers LQ45

“Ketika pasar sedang sulit menghasilkan capital gain dalam jangka pendek investor setidaknya masih memperoleh cash return melalui dividen sambil mengakumulasi saham berkualitas pada valuasi yang lebih murah,” jelasnya. 

Liza berharap sebagian besar saham blue chip dengan fundamental yang kuat saat ini sudah berada di area yang mendekati fair value bahkan undervalued sehingga downrisk risk terbatas. 

“Artinya, downside risk relatif semakin terbatas sementara potensi upside dalam jangka menengah bisa menjadi cukup menarik apabila stabilitas Rupiah, arus modal asing, dan sentimen pasar mulai membaik,” katanya. 

Menurut Liza, pembagian dividen saat ini bukan sekadar 'hiburan' melainkan dapat menjadi bagian dari strategi membangun posisi untuk menghadapi fase pemulihan berikutnya. 

Adapun Kiwoom Sekuritas lebih menyukai saham BBRI, BBCA, INCO dan MEDC. Di mana, BBCA baru saja mengumumkan pembagian dividen interim pertama tahun buku 2026. 

 

BBCA akan membagikan dividen interim pertama sebesar Rp 2,45 triliun atau Rp 20 per saham. Pembagian dividen interim ini merupakan bagian skema baru BBCA yang membagikan dividen secara kuartalan. 

Kemudian ada INCO yang akan membagikan dividen tunai dari laba tahun buku 2025 sebesar US$ 45,5 juta. Kurang lebih investor akan memperoleh dividen Rp 77,64 setiap sahamnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×