kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Melihat saham emiten poultry, JPFA, CPIN, & MAIN yang kuat terhadap penurunan IHSG


Selasa, 17 Maret 2020 / 08:35 WIB
ILUSTRASI. Foto ficer peternakan closed house.foto/KONTAN/Elisabeth Adventa Previtapuri


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

Sementara itu secara year to date saham ini sudah anjlok 20,38% dan secara year on year masih turun 28%.

Tapi bila saham ini dikoleksi dalam tiga tahun terakhir, investor tidak kecewa, saham CPIN tercatat masih naik 78,45% dan dalam lima tahun terakhir, saham CPIN juga masih tercatat naik 35,47%.

Sementara itu, saham poultry lainnya PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) juga mengalami nasib sama yakni jatuh dalam. Dalam sepekan terakhir saham MAIN sudah jatuh 34,68% ke Rp 565 per saham. Sementara dalam tiga bulan terakhir saham ini tercatat merosot 46,19%.

Baca Juga: IHSG jebol lagi, saham-saham LQ45 ini sudah terpuruk berhari-hari

Demikian juga secara year to date, saham MAIN sudah tumbang 43,78% dan secara year on year saham MAIN turun 62,08%.

Sementara bila saham ini dibeli tiga tahun terakhir, juga masih jatuh yakni minus 52,92% dan dalam lima tahun terakhir saham MAIN anjlok 75,22%.

Jadi bila dilihat tiga saham poultry ini, hanya saham CPIN yang masih memberikan keuntungan bila investor mengoleksi saham ini sejak tiga tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×