kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Melemah Lagi, Rupiah Berada di Rp 16.256 Per Dolar AS, Rabu (17/4) Pagi


Rabu, 17 April 2024 / 09:34 WIB
Melemah Lagi, Rupiah Berada di Rp 16.256 Per Dolar AS, Rabu (17/4) Pagi
ILUSTRASI. Rabu (17/4) pukul 9.28 WIB, kurs rupiah spot melemah 0,50% ke Rp 16.256 per dolar AS.


Reporter: Nadya Zahira, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah lagi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah pekan ini. Rabu (17/4) pukul 9.28 WIB, kurs rupiah spot melemah 0,50% ke Rp 16.256 per dolar AS dari penutupan perdagangan kemarin di Rp 16.175 per dolar AS.

Kemarin, kurs rupiah bahkan ambruk 2,07% dalam sehari di perdagangan perdana setelah libur panjang Idulfitri. Kurs rupiah mencapai level paling lemah dalam empat tahun terakhir. 

Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan perdana usai libur lebaran, Selasa (16/4). 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS akibat kumulasi beberapa indikator dan kejadian pada saat periode libur panjang Idulfitri.  Ditambah, data-data terkini menunjukkan bahwa ekonomi AS tetap solid. Inflasi tahunan AS tercatat meningkat, initial jobless claims juga menurun, dan penjualan ritel menguat.  

“Hal tersebut mengindikasikan penundaan pemotongan suku bunga kebijakan oleh The Fed atau lebih dikenal dengan higher for longer,” kata Josua kepada Kontan.co.id, Salasa (16/4). 

Baca Juga: Korea Selatan dan Jepang Bersiap Untuk Merespons Volatilitas Valas yang Berlebihan

Selain itu, Josua mengatakan bahwa pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan tingkat suku bunga kebijakan pada level saat ini, hingga akhir kuartal II-2024, dan baru akan mulai melakukan pemangkasan pada September 2024. 

Di sisi lain, Josua bilang, sentimen berikutnya yang membuat dolar AS menguat yaitu, kembali memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah setelah Iran menyerang Israel, sehingga menyebabkan banyak investor cenderung menjadi risk-off dan lebih meminati aset safe haven seperti emas, dan menghindari emerging market atau aset berisiko. 

Bank sentral Tiongkok atau People's Bank of China kemarin memberikan sinyal untuk membiarkan pelemahan yuan terjadi atau weakening fixing, sehingga berdampak pada pasar keuangan kawasan Asia. 

“Kami proyeksi rupiah berpotensi akan kembali bergerak melemah di kisaran Rp 16.050 per dolar AS–Rp 16.250 per dolar AS pada Rabu (17/4),” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×