kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Medco Energi (MEDC) Siap Buyback Rp 120 Miliar, Cermati Rekomendasi Sahamnya


Kamis, 27 April 2023 / 20:31 WIB
Medco Energi (MEDC) Siap Buyback Rp 120 Miliar, Cermati Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berencana menggelar pembelian kembali (buyback) saham.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berencana menggelar pembelian kembali (buyback) saham. Dalam aksi korporasi ini, MEDC menyiapkan dana maksimal Rp 120 miliar.

Jumlah itu setara US$ 8 juta, dengan asumsi kurs Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat. Estimasi saham yang akan kembali dibeli MEDC mencapai 100 juta lembar atau 0,398% dari modal ditempatkan dan disetor.

Research Analyst Reliance Sekuritas Ayu Dian menilai, aksi buyback MEDC secara jumlah terbilang kecil, yakni 0,39% dari modal. Sehingga dia memperkirakan tidak akan berdampak signifikan terhadap peningkatan earning per share (EPS).

Baca Juga: Medco Energy (MEDC) Gelar RUPS 31 Mei, Minta Restu Buyback Saham

Meski begitu, aksi korporasi ini tetap bisa membawa sentimen positif bagi saham MEDC.

"Buyback ini akan membantu menjaga harga saham yang telah mengalami penurunan dari awal tahun dan dapat meningkatakan kepercayaan investor," kata Ayu kepada Kontan.co.id, Kamis (27/4).

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Farras Farhan turut melihat secara positif aksi buyback saham ini. Langkah tersebut menandakan manajemen masih optimistis terhadap kinerja dan valuasi saham MEDC di harga sekarang.

Hitungan Farras, saham MEDC masih relatif terdiskon karena diperdagangkan pada 2,5x EV/EBITDA.

Equity Research Analyst Pilarmas Investindo Sekuritas Desy Israhyanti menimpali, aksi buyback saham MEDC ini berada pada momentum yang tepat.

Fundamental keuangan MEDC terbilang kuat imbas dari kinerja positif pada tahun lalu. Pergerakan harga saham MEDC pun masih relatif berada di posisi bawah yang mengalami penurunan 1,48% sejak awal tahun 2023.

Pada perdagangan Kamis (27/4), saham MEDC kembali melemah, turun 2,44% ke level Rp 1.000. Desy menaksir, aksi korporasi ini baru akan menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham MEDC ketika mendekati atau pada saat buyback berjalan.

"Dari sisi manajemen saham beredar itu jadi lebih menarik, sebab ada inflow. Lebih liquid di tengah sahamnya masih terpantau menurun. Hal ini akan mengangkat saham MEDC dan likuiditas pun jadi lebih terjaga," terang Desy.

Terhadap kinerja MEDC, Desy memiliki catatan terkait dampak dari melandainya harga komoditas energi. Hanya saja, kinerja MEDC berpeluang untuk terjaga dengan berbagai diversifikasi yang dijalankan, baik lewat segmen listrik maupun tambang mineral.

"Kami cukup optimistis dengan prospek kinerja MEDC ke depan yang didukung oleh kebijakan pemerintah terkait elektrifikasi dan kebijakan manajemen yang lebih berfokus pada gas," terang Desy.

Baca Juga: Menilik Rekomendasi untuk Saham Batubara dan Migas dalam Rekomendasi Saham Hari Ini

Farras juga punya pandangan positif terhadap prospek MEDC, sekalipun harga minyak pada tahun ini kemungkinan turun dengan rata-rata US$ 86 per barel.

"Tapi akan diimbangi oleh harga gas yang stabil, terutama Blok Corridor yang memproduksi gas lebih banyak di tahun ini," jelas Farras.

Ayu turut memprediksi MEDC masih bisa meraih kinerja positif. Apalagi dengan ekspansi yang terus bergulir dengan alokasi belanja modal (capex) sebesar US$ 330 juta untuk pengembangan bisnis migas dan listrik.

Ayu menyematkan rekomendasi buy saham MEDC dengan target harga Rp 1.120. Farras juga menyarankan buy dengan target harga Rp 1.600.

Sama halnya dengan Desy yang menargetkan harga Rp 1.600 untuk saham MEDC.

Sebagai informasi, pada tahun ini MEDC memasang target produksi minyak dan gas sebanyak 160 mboepd. Dengan biaya produksi migas di bawah US$ 10 per boe.

Untuk penjualan ketenagalistrikan, MEDC mematok target 4.000 GWh. Guna memuluskan rencana bisnisnya, pada tahun ini MEDC menyiapkan capex US$ 250 juta untuk migas dan US$ 80 juta untuk ketenagalistrikan.

Adapun untuk aksi buyback saham, MEDC akan meminta persetujuan dalam RUPST yang akan digelar pada 31 Mei 2023. Pembelian kembali saham akan berlangsung paling lama 18 bulan sejak 31 Mei 2023 sampai dengan 30 November 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×