kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Mayoritas Bursa Asia Menguat Pada Perdagangan Selasa (26/5) Pagi


Selasa, 26 April 2022 / 08:32 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia. (Kyodo)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mayoritas bursa Asia menguat pada perdagangan Selasa (26/4) pagi. Pukul 08.22 WIB, indeks Nikkei 225 naik 122,33 poin atau 0,46% ke 26.705,92, Hang Seng naik 119,70 poin atau 0,60% ke 19.989,04, Taiex naik 84,42 poin atau 0,51% ke 16.706,61, Kospi naik 15,90 poin atau 0,59% ke 2.672,84, ASX 200 turun 140,48 poin atau 1,88% ke 7.332,80, Straits Times naik 8,47 poin atau 0,25% ke 3.347,77 dan FTSE Malaysia naik 10,20 poin atau 0,64% ke 1.600,18.

Bursa Asia naik pada Selasa pagi, meski dibayangi ancaman perlambatan ekonomi akibat merebaknya Covid-19 di China dan pengetatan kebijakan moneter The Fed yang agresif.

Mengutip Bloomberg, saham di Jepang dan Korea Selatan naik, sementara bursa Australia melemah. 

Sebagian besar wilayah Beijing kini tengah melakukan pengujian virus Covid-19, meredam sentimen dan memicu ketakutan akan lockdown yang lebih parah yang belum pernah terjadi sebelumnya di kota itu.

Baca Juga: Bursa Asia Melemah Senin (25/4) Pagi, Terbebani Potensi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Prospek ekonomi yang sudah lebih lambat di tengah kenaikan inflasi yang terus menerus mengarah ke suasana psaar yang lebih panas. Berbagai risiko mencakup pandemi, gangguan rantai pasokan, pengetatan Fed dan perang terus berlanjut.

"Ini adalah pertanyaan tentang seperti apa kebijakan moneter dan itu belum diketahui," kata Nancy Davis, kepala investasi Quadratic Capital Management LLC kepada Bloomberg Television.

Pasar saham China dibuka melemah, di tengah meningkatnya tekanan bagi para pemimpin China untuk mengambil lebih banyak langkah untuk mendukung ekonomi.

"Untuk saat ini, momok pembatasan yang lebih parah di China tidak dilihat dari sisi inflasi, melainkan sebagai kerugian bagi pemulihan global dan sebagai guncangan permintaan," kata Benyamin Jeffery dan Ian Lyngen, ahli strategi BMO Capital Markets.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×