kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.783   18,00   0,10%
  • IDX 6.596   -4,17   -0,06%
  • KOMPAS100 859   -4,53   -0,52%
  • LQ45 652   -2,54   -0,39%
  • ISSI 229   -0,27   -0,12%
  • IDX30 365   -1,19   -0,33%
  • IDXHIDIV20 451   -1,09   -0,24%
  • IDX80 98   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -1,26   -1,01%
  • IDXQ30 117   -0,24   -0,20%

Bursa Asia Melemah Senin (25/4) Pagi, Terbebani Potensi Kenaikan Suku Bunga The Fed


Senin, 25 April 2022 / 08:33 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia. REUTERS/Issei Kato


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia dibuka melemah pada perdagangan Senin (25/4) pagi. Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 turun 365,11 poin atau 1,35% ke 26.735,71, Hag Seng turun 353,92 poin atau 1,71% ke 20.284,60, Taiex turun 289,12 poin atau 1,64% ke 16.746,05, Kospi turun 38,06 poin atau 1,41% ke 2.666,76, ASX 200 turun 119,51 poin atau 1,57% ke 7.473,28, Straits Times turun 22,29 poin atau 0,66% ke 3.338,39 dan FTSE Malaysia turun 4,61 poin atau 0,29% ke 1.597,36.

Bursa Asia turun karena investor mempertimbangkan potensi kenaikan suku bunga yang lebih agresif pada ekonomi dan pendapatan. 

Mengutip Bloomberg, Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell mendukung kenaikan suku bunga 50 basis poin pada bulan depan dan setidaknya satu kali lagi seperti itu. Ia menguraikan pendekatannya yang paling berani untuk meredam kenaikan inflasi. 

Baca Juga: Bursa Asia Ditutup Bervariasi di Tengah Tingginya Inflasi dan Perlambatan Ekonomi

Sinyal pengetatan yang lebih kuat dari Bank Sentral Eropa juga melemahkan risk appetite investor.

"Ada sedikit untuk mencegah pesimisme investor karena ekspektasi infalsi dan suku bunga mulai menggigit," kata Geir Lode, kepala ekuitas global Federated Jermes Ltd dalam sebuah catatan yang dikutip Bloomberg.

"khususnya karenaketidakpastian lingkungan makro, ekspektasi rendah sehubungan dengan perkiraan dan panduan ke depan, membangun ekspektasi yang lebih rendah dari kuartal sebelumnya." 

Investor juga akan mencermati kebijakan dari China karena aset China berad di bawah tekanan. Kebijakan negara nol Covid di tengah wabah Covid juga membebani sentimen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×