kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.923   53,00   0,30%
  • IDX 5.680   -141,04   -2,42%
  • KOMPAS100 733   -19,02   -2,53%
  • LQ45 559   -13,71   -2,39%
  • ISSI 197   -4,23   -2,10%
  • IDX30 318   -7,23   -2,22%
  • IDXHIDIV20 392   -8,58   -2,14%
  • IDX80 83   -2,13   -2,50%
  • IDXV30 106   -1,93   -1,78%
  • IDXQ30 103   -2,20   -2,10%

Mayoritas bursa Asia koreksi, gelombang kedua Covid-19 dan stimulus AS jadi pemberat


Rabu, 28 Oktober 2020 / 08:39 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia melemah


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia dibuka mixed pada perdagangan hari ini, dengan mayoritas indeks melemah. Rabu (28/10) pukul 08.22 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,45% ke 23.380,92. Serupa, indeks Hang Seng pun melemah 0,06% ke 24.773,54.

Indeks Taiex pun koreksi 0,10% ke 12.862,10. Sementara, Indeks Kospi turun 0,10% ke 2.328,4. Sedangkan indeks ASX 200 naik 0,08% ke 6.055,60.

Sedangkan Straits Times bergerak melemah 0,32% ke 2.504,75 dan FTSE Bursa Malaysia naik tipis 0,08% ke 1.501,61.

Baca Juga: Dow Jones dan S&P 500 tergelincir kinerja keuangan dan pesimisme stimulus AS

Koreksi pada mayoritas bursa Asia terjadi setelah kekhawatiran lonjakan kasus virus corona dan berkurangnya harapan untuk paket stimulus Covid-19 di Amerika Serikat (AS) disahkan sebelum pemilu presiden, membuat investor suram.

"Pelaku pasar enggan masuk ke instrumen berisiko karena keadaan sekarang. Yakni setelah kasus Covid-19 meningkat dan peluang kesepakatan fiskal sebelum pemilu AS memudar," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

Investor kini memilih menghindari aset berisiko dan berhati-hati di tengah ketidakpastian yang membayangi. Bursa saham AS pun kembali tergelincir, usai Presiden AS Donald Trump mengakui, paket bantuan ekonomi kemungkinan besar baru akan terjadi setelah pemilu tanggal 3 November. 

Di sisi lain, data baru menunjukkan kepercayaan konsumen AS turun pada bulan Oktober, meskipun pesanan barang modal utama mencapai level tertinggi enam tahun.

Selanjutnya: Harga minyak koreksi hampir 2% terseret lonjakan stok minyak AS pada pagi ini (28/10)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×