kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Mayora Indah terbitkan obligasi Rp 550 miliar


Kamis, 28 Desember 2017 / 20:32 WIB
Mayora Indah terbitkan obligasi Rp 550 miliar


Reporter: Nisa Dwiresya Putri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Mayora Indah Tahap II Tahun 2017. Jumlah pokok obligasi ini adalah sebesar Rp 550 miliar dengan tenor 5 tahun dan tingkat bunga tetap sebesar 8,25% per tahun.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis Kamis (28/12), MYOR menawarkan obligasi yang juga dijamin dengan kesanggupan penuh (full commitment). Bunga obligasi ini akan dibayarkan per tiga bulan sejak tanggal emisi.

Pembayaran pertama bunga obligasi akan dilakukan pada 21 Maret 2018. Sementara itu, pembayaran bunga obligasi terakhir akan dilakukan pada 21 Desember 2022. Bertepatan dengan pembayaran bunga terakhir, dilakukan pula pelunasan pokok obligasi.

Mayora akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi ini untuk modal kerja perusahaan. Selanjutnya modal kerja akan digunakan untuk meliputi pembiayaan yang berhubungan dengan kegiatan operasional pabrik demi menunjang produksi. Adapun kegiatan tersebut adalah pembelian bahan baku, bahan bungkus, dan pembayaran biaya lainnya yang dapat timbul terkait dengan kegiatan produksi.

Sebagai informasi, MYOR dalam hal ini dapat melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi, dengan tujuan pelunasan atau disimpan untuk dijual di harga pasar. Buyback ini dapat dilakukan 1 tahun setelah tanggal penjatahan.

Penerbitan obligasi MYOR ini telah memperoleh pemeringkat idAA dari Pefindo. Adapun risiko utama bagi MYOR adalah persaingan usaha. Kegagalan MYOR dalam mengantisipasi dan/atau mencermati risiko tersebut dapat berdampak material dan merugikan terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil operasi dan likuiditas perseroan.

Bagi investor, risiko yang mungkin dihadapi investor adalah risiko tida klikuidnya obligasi yang ditawarkan. Hal ini disebabkan tujuan pembelian obligasi sebagai investasi jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×