CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.634   7,00   0,04%
  • IDX 6.461   -80,01   -1,22%
  • KOMPAS100 851   -6,99   -0,81%
  • LQ45 646   -3,60   -0,55%
  • ISSI 224   -3,27   -1,44%
  • IDX30 359   -2,17   -0,60%
  • IDXHIDIV20 449   -0,94   -0,21%
  • IDX80 97   -0,61   -0,62%
  • IDXV30 125   -0,52   -0,41%
  • IDXQ30 115   -0,38   -0,33%

Mayora Indah (MYOR) Telah Lunasi Obligasi Senilai Rp 295 Miliar


Rabu, 10 September 2025 / 05:05 WIB
Mayora Indah (MYOR) Telah Lunasi Obligasi Senilai Rp 295 Miliar
ILUSTRASI. Mayora Indah (MYOR) telah melakukan pelunasan atas Obligasi Berkelanjutan II Mayora Indah Tahap I Tahun 2020 Seri C.


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten makanan dan minuman PT Mayora Indah Tbk (MYOR) telah melakukan pelunasan atas Obligasi Berkelanjutan II Mayora Indah Tahap I Tahun 2020 Seri C.

Berdasarkan keterangan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), untuk melunasi obligasi dengan peringkat idAA ini, MYOR merogoh dana sebesar Rp 295 miliar pada tanggal 9 September 2025.

"Dengan demikian, Pefindo telah mencabut peringkat atas instrumen utang tersebut," ujar analis Pefindo, Fella Vina dan Ayuningtyas Nur, dalam keterangan resmi pada Selasa (9/9/2025).

Sebelumnya, berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (15/8/2025), MYOR menyampaikan telah menyediakan dana yang akan dipergunakan untuk pembayaran bunga dan pokok obligasi berkelanjutan tersebut saat jatuh tempo.

Baca Juga: Mayora Indah (MYOR) Tawarkan Obligasi Rp 1 Triliun, Cek Besaran Bunganya

Corporate Secretary Mayora Indah Yuni Gunawan mengatakan, sumber dana untuk pembayaran bunga dan pokok obligasi tersebut berasal dari kas internal perusahaan.

"Tidak ada keputusan atau hal penting lainnya yang akan dilakukan terkait penyiapan dana untuk pembayaran kewajiban tersebut," pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangannya, MYOR mencatatkan pendapatan yang naik 9,69% secara tahunan (YoY) ke Rp 17,79 triliun pada semester I-2025.

 

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meraih Rp 1,16 triliun. Angka ini turun 32,08% secara tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×