Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.460
  • EMAS662.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Maybank harus Segera Mengambil Keputusan

Rabu, 13 Agustus 2008 / 20:02 WIB

Maybank harus Segera Mengambil Keputusan

JAKARTA. Sepertinya, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mulai tidak sabar menanti langkah Malayan Banking Berhad (Maybank). Ahmad Fuad Rahmany, Ketua Bapepam-LK, meminta Maybank segera membuat keputusan tentang akuisisi PT Bank International Indonesia Tbk (BNII). "Kami mengharapkan secepatnya," tegas Fuada, Selasa malam (12/8).

Menurut Fuad, Bapepam-LK memahami bahwa Maybank menghadapi masalah yang kompleks setelah bank sentral Malaysia atau Bank Negara Malaysia (BNM) mencabut izin akuisisi BII. Meski demikian, Fuad berharap, Maybank segera mengambil keputusan. Dengan begitu, masyarakat dan investor publik yang memiliki saham BII memperoleh kepastian.

Selain itu, jika sudah kepastian, Bursa Efek Indonesia juga bisa mencabut penghentian perdagangan (suspend) saham BII yang sudah berlangsung sejak 29 Juli lalu. Namun, Bapepam-LK tidak akan memberikan target bagi Maybank untuk menyelesaikan masalah akuisisi BII. Sebab, saat ini, keputusan berada di tangan Maybank.

Fuad menjelaskan, manajemen Maybank telah bertemu Bapepam-LK awal pekan ini untuk menjelaskan pencabutan izin akuisisi oleh BNM. Menurut mereka, BNM mencabut akuisisi karena menilai bahwa Maybank bisa merugi jika harus melepas kembali 20% saham BII ke publik dalam waktu dua tahun setelah penawaran tender (tender offer). Maklum, beberapa kalangan menghitung, harga akuisisi 56% saham BII dari Temasek dan Kookmin Bank yang mencapai US$ 1,5 miliar terlalu mahal.

Nah, BNM khawatir, harga pelepasan kembali 20% saham BII itu bakal lebih rendah dari harga akuisisi. "Kami mengerti apa yang terjadi," ujar Fuad. Namun, Bapepam-LK menginginkan agar proses akuisisi tetap berjalan dan Maybank sendiri yang mencari jalan keluar untuk mengatasi persoalan itu. "Mereka harus cari jalan keluar bersama BNM. Bola di tangan mereka," tegasnya.

Menurut Fuad, Bapepam-LKĀ  akan tetap berpegang pada aturan penawaran tender yang berlaku saat ini. Maka, Bapepam-LK meminta Maybank mencari opsi terbaik. "Mereka mau masuk pasar modal kita, jadi ikutilah aturan kita," imbuhnya.

Hingga kini, Maybank masih belum bersedia mengungkapkan opsi yang akan mereka ajukan untuk merampungkan akuisisi BII. Tapi, kabar yang beredar menyatakan, Maybank meminta kelonggaran waktu pelepasan 20% saham BII, dari dua tahun jadi lima tahun. Tapi, Fuad bilang, Bapepam-LK hanya bisa memberikan kelonggaran dalam kondisi darurat. Misalnya, kondisi bursa memburuk.


Reporter: Andri Indradie,Yura Syahrul
Editor: Barratut Taqiyyah
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0478 || diagnostic_web = 0.3665

Close [X]
×