kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.965   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.903   156,40   2,72%
  • KOMPAS100 782   22,75   3,00%
  • LQ45 589   19,50   3,42%
  • ISSI 202   5,13   2,60%
  • IDX30 334   11,60   3,60%
  • IDXHIDIV20 412   13,66   3,43%
  • IDX80 88   2,30   2,67%
  • IDXV30 111   2,59   2,39%
  • IDXQ30 107   3,23   3,11%

Masuki sore hari, harga emas spot menguat 0,15% ke US$ 1.716 per ons troi


Kamis, 30 April 2020 / 15:42 WIB
ILUSTRASI. Emas batangan. Masuki sore hari, harga emas spot menguat 0,15% ke US$ 1.716 per ons troi pada Kamis (30/4). REUTERS/Toru Hanai/File Photo


Reporter: Tendi Mahadi, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas di pasar spot masih berkilauan memasuki sore hari ini. Mengutip Bloomberg pada Kamis (30/4) pukul 15.33 WIB, harga emas spot ada di US$ 1.716,05 per ons troi alias menguat 0,15%.

Sementara, harga emas Comex untuk pengiriman Juni 2020 bertengger di level US$ 1.728,80 per ons troi atau menguat 0,90%.

Baca Juga: Harga emas kontrak mengalami kenaikan bulanan tertinggi sejak 2016

Pelemahan harga emas di pasar spot ini berbeda dengan penguatan kemarin. Optimisme obat virus corona dari Gilead Sciences menjadi sentimen positif pasar keuangan yang menyebabkan Wall Street melesat lebih dari 2% pada perdagangan kemarin. 

"Ada minat risiko di pasar saham Amerika Serikat (AS) dan saya pikir terjadi ambil untung pada emas. Investor pun mengambil posisi kembali untuk kenaikan harga emas selanjutnya," kata Michael Matousek, head trader US Global Investors kepada Reuters.

Investor masih cenderung berhati-hati akibat peringatan Federal Open Market Committee (FOMC) bahwa permintaan yang melemah dan harga minyak yang merosot menyebabkan inflasi konsumen turun.

Disrupsi aktivitas ekonomi di dalam dan luar negeri sangat mempengaruhi kondisi finansial dan mengganggu aliran kredit ke rumah tangga dan bisnis AS. "Krisis kesehatan akan menekan aktivitas ekonomi, ketenagakerjaan, dan inflasi di jangka pendek, serta menimbulkan risiko yang cukup besar bagi outlook ekonomi dalam jangka menengah," ungkap FOMC dalam pernyataan, Rabu (29/4).

Baca Juga: Harga emas turun tipis ke US$ 1.711 pada Kamis (30/4) pagi

"Komentar penting FOMC adalah kekhawatiran penurunan outlook ekonomi dalam jangka menengah sehingga ini menunjukkan bahwa bank sentral akan tetap memegang kebijakan akomodatif untuk beberapa tahun ke depan," kata Guy LeBas, chief fixed income strategist Janney Montgomery Scott kepada Reuters.

Prospek harga emas selanjutnya masih positif mengingat ekonomi AS diramal masih tertekan pada kuartal kedua 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×