kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Catat Kinerja Operasional Positif, Simak Prospek Saham Emiten Grup Merdeka


Selasa, 04 Agustus 2026 / 18:33 WIB
Catat Kinerja Operasional Positif, Simak Prospek Saham Emiten Grup Merdeka
ILUSTRASI. Produksi dan Penjualan bijih nikel Merdeka Battery Materials (MBMA) naik di kuartal I-2026 (DOK/Merdeka Battery Materials (MBMA) )


Reporter: Dimas Andi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten-emiten yang tergabung dalam Grup Merdeka belum lama ini mengumumkan capaian kinerja operasionalnya untuk kuartal II-2026. Hasil ini pun dapat menjadi cerminan atas kinerja keuangan perusahaan sepanjang semester I-2026.

Sebagaimana diketahui, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memperoleh pendapatan sebesar US$ 775,6 juta selama kuartal II-2026 berkat penjualan emas, tembaga, Nickel Pig Iron (NPI), High-Grade Nickel Matte (HGNM), bijih limonit, dan asam sulfat.

Pada kuartal tersebut, penjualan emas MDKA mencapai 36.574 ounces emas (oz Au), terdiri atas 30.135 oz Au dari Tambang Emas Tujuh Bukit (TB Gold) dan 6.439 oz Au dari Tambang Emas Pani milik PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dengan harga jual rata-rata US$ 4.511 per ounce. Penjualan emas tersebut menghasilkan pendapatan sebesar US$ 165,0 juta.

Baca Juga: Saham JELI Anjlok Meski Telah Klarifikasi Eror Antrean Jual, Begini Kinerjanya

Di Tambang Wetar, produksi tembaga MDKA mencapai 1.484 ton pada kuartal II-2026, sementara penjualan tembaga tercatat sebesar 1.924 ton dengan harga jual rata-rata US$ 5,83 per pon.

Tambang Emas Pani turut melanjutkan ramp-up setelah operasi heap leach dimulai pada kuartal I-2026. Tambang tersebut memproduksi 15.594 oz Au dan 29.796 ounce perak sepanjang kuartal II-2026, dibandingkan dengan 1.818 oz Au dan 3.496 ounce perak pada kuartal sebelumnya.

Operasi nikel di bawah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat pertumbuhan yang kuat secara tahunan berkat peningkatan produksi dari tambang Sulawesi Cahaya Mineral dan kinerja berkelanjutan di operasi hilir. Produksi bijih nikel saprolit dan limonit masing-masing meningkat 130% dan 87% secara tahunan.

Produksi NPI MBMA naik 16% secara tahunan menjadi 19.505 ton nikel (tNi) pada kuartal II-2026. Pada saat yang sama, produksi High Grade Nickel Matte (HGNM) mencapai 9.165 ton setara nikel, sementara penjualan meningkat 30% secara kuartalan menjadi 10.457 tNi.

Sementara itu, operasi AIM memproduksi 258.060 ton asam sulfat dan menjual 383.177 ton asam sulfat selama kuartal II-2026. PT ESG New Energy Material memproduksi 4.831 ton nikel dalam Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), sementara PT Sulawesi Nickel Cobalt mencatat kemajuan pada proyek High Pressure Acid Leach (HPAL), dengan penjualan MHP perdana ditargetkan pada paruh kedua 2026.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro mengatakan, TB Gold tetap menjadi basis operasi yang kuat, Pani bergerak menuju produksi dengan volume yang lebih tinggi, Wetar mencatat perbaikan margin, dan MBMA terus mengembangkan platform nikel terintegrasinya.

Di samping itu, pencatatan sekunder EMAS di Main Board The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX) semakin memperkuat akses Tambang Emas Pani terhadap pasar modal internasional.

Baca Juga: Laba CPIN Melonjak 95%, Analis Ungkap Alasan dan Rekomendasi Sahamnya Terbaru

"Ke depan, kami tetap fokus pada eksekusi yang disiplin, berlanjutnya ramp-up Pani, serta pengembangan TB Copper melalui tahap Feasibility Study,” ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (3/8).

Sementara itu, Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan mengatakan, realisasi operasional kuartal II-2026 memberikan sinyal positif bagi kinerja emiten Grup Merdeka, meskipun investor tetap perlu menunggu laporan keuangan resmi untuk melihat dampaknya terhadap laba bersih dan arus kas perusahaan.

Untuk MDKA, peningkatan penjualan emas dengan harga jual rata-rata yang tinggi berpotensi memperkuat pendapatan dan margin dari segmen emas. Kontribusi Tambang Emas Tujuh Bukit masih menjadi penopang utama, sedangkan dimulainya produksi dari Tambang Emas Pani akan memberikan tambahan sumber pertumbuhan baru.

Pada MBMA, kenaikan produksi bijih saprolit dan limonit menunjukkan aktivitas operasional yang semakin kuat. Peningkatan volume tersebut dapat menopang pendapatan, terutama apabila harga jual bijih dan margin pertambangan tetap terjaga. "Namun, kenaikan produksi belum otomatis menghasilkan pertumbuhan laba yang sama besar karena bisnis hilirisasi nikel masih menghadapi tekanan biaya dan volatilitas harga," kata dia, Selasa (4/8).

Di sisi lain, EMAS memiliki prospek pertumbuhan paling agresif dari ramp-up Tambang Emas Pani. Namun, dampaknya terhadap laba masih akan berlangsung secara bertahap karena produksi perlu dikonversi menjadi penjualan, diikuti peningkatan recovery rate dan penurunan biaya produksi.

Baca Juga: TOWR Keluar dari LQ45, Ini Katalis dan Risiko yang Perlu Dicermati

Secara terpisah, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Indonesia (IPOT) Hari Rachmansyah mengatakan, prospek Grup Merdeka masih sangat menarik pada semester II-2026 lantaran didukung oleh sejumlah katalis pertumbuhan.

Dalam hal ini, harga emas yang tetap tinggi menjadikan segmen emas sebagai mesin laba utama, di mana MDKA menikmati tingginya harga jual rata-rata atau average selling price (ASP). EMAS juga berpotensi mencatat pertumbuhan EBITDA yang lebih agresif seiring ramp-up produksi Tambang Emas Pani.

"Ke depan, Pani Gold diperkirakan menjadi game changer dengan peningkatan recovery rate dan pembangunan CIL Plant yang akan mendorong kapasitas produksi," terang dia, Selasa (4/8).

Dia melanjutkan, sentimen positif juga datang dari MBMA yang mulai memasuki fase monetisasi proyek nikel melalui operasional SLNC HPAL dan peningkatan produksi produk hilir, meski margin jangka pendek masih tertekan akibat perubahan formula HPM.

Tak hanya itu, potensi penandatanganan Joint Venture (JV) Proyek Tujuh Bukit Copper dapat menjadi katalis jangka panjang bagi MDKA. Adapun EMAS punya peluang untuk masuk ke indeks VanEck Gold Miners ETF (GDX) pada review September 2026, sehingga berpotensi meningkatkan arus dana asing dan menjadi sentimen positif bagi harga saham mereka.

Ekky juga menyebut, dalam jangka panjang Tambang Emas Pani bakal menjadi aset transformatif bagi Grup Merdeka. Di samping itu, pengembangan Tujuh Bukit Copper dan proyek hilirisasi nikel dapat memperbesar skala bisnis grup. Namun, proyek-proyek tersebut membutuhkan investasi besar, sehingga keberhasilan eksekusi dan disiplin pendanaan menjadi sangat penting.

Dia menambahkan, baik MDKA, MBMA, maupun EMAS perlu menjalankan ekspansi secara bertahap dan memprioritaskan proyek yang paling cepat menghasilkan arus kas. Selain itu, peningkatan produksi harus diikuti dengan efisiensi biaya, pengendalian belanja modal, dan percepatan konversi produksi menjadi penjualan.

Pendanaan proyek juga sebaiknya diperkuat melalui kombinasi kas internal, project financing, joint venture, dan skema offtake agar kebutuhan modal tidak seluruhnya membebani neraca induk.

"Investor perlu mencermati perkembangan utang, beban bunga, arus kas bebas, serta kemampuan proyek baru mencapai target produksi dan biaya," imbuh dia.

Di lain pihak, Hari menilai, emiten Grup Merdeka perlu menjaga disiplin belanja modal agar kebutuhan investasi tidak membebani arus kas. Mereka juga perlu memperkuat struktur pendanaan sehingga rasio leverage tetap sehat selama pembangunan proyek-proyek baru sekaligus mempercepat proses ramp-up proyek agar utilisasi optimal dapat segera tercapai.

"Mereka juga harus terus meningkatkan efisiensi biaya operasional, terutama pada bisnis nikel yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi, harga bijih, perubahan formula HPM, dan pergerakan harga nikel global," tutur dia.

Baca Juga: Surya Semesta Internusa (SSIA) Catat Kenaikan Kinerja per Semester I-2026

Lantas, Hari merekomendasikan beli saham MDKA, MBMA, dan EMAS dengan target harga masing-masing di level Rp 4.500 per saham, Rp 745 per saham, dan Rp 7.300 per saham.

Ekky menjadikan MDKA sebagai pilihan investasi utama dari Grup Merdeka. Saham MDKA direkomendasikan buy on weakness dengan target jangka menengah di level Rp 3.250 per saham dan target lanjutan Rp 3.500 per saham.

Dia juga merekomendasikan speculative buy atau accumulate saham MBMA dengan target harga di kisaran Rp 600--Rp 620 per saham dengan target lanjutan di level Rp 670 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×