kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Masuk Indeks LQ45, Saham Mitra Pack (PTMP) Jadi Kontroversi


Jumat, 26 Januari 2024 / 20:02 WIB
Masuk Indeks LQ45, Saham Mitra Pack (PTMP) Jadi Kontroversi
ILUSTRASI. Aneka mesin pengemasan yang ditawarkan PT Mitra Pack Tbk (PTMP) saat pameran AllPack Indonesia & AllPrint Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (13/10/2023).


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tendi Mahadi

"Menurut peraturan harus minimal 80% dari NAB dibelikan indeks yang ingin ditiru sehingga 20% lainnya boleh berbeda. Jadi kalau hanya 0,01% masih jauh," kata dia.

Alih-alih memusingkan PTMP, investor masih bisa mencermati ketiga saham pendatang baru lainnya di indeks LQ45, yakni MTEL, PGEO dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan ketiga saham itu masih sangat layak untuk dicermati. 

"Selain memang secara sektor masih menarik, secara prospek bisnis juga cukup positif di tahun ini. Apalagi fundamentalnya tergolong baik," jelas Nico. 

Bahkan saham yang ditendang dari indeks LQ45 pun juga masih bisa dicermati. Adapun PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) harus rela keluar. 

Di antara empat saham yang terdepak, Pilarmas Investindo Sekuritas masih menyukai TBIG dan INDY karena masih memiliki fundamental yang baik ditopang oleh sektornya yang juga yang cukup positif di tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×