kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Masa perang tarif terlewati, kinerja emiten sektor telekomunikasi melejit


Minggu, 11 Agustus 2019 / 18:15 WIB
ILUSTRASI. Menara BTS 4G XL Axiata


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Ke depan, Chandra memproyeksikan persaingan antara operator telepon akan lebih rasional sehingga kecil risiko perang tarif untuk muncul kembali. Alhasil, Chandra optimistis cashflow emiten sektor ini akan jauh lebih baik dan memiliki kesempatan untuk mencetak pertumbuhan laba yang lebih tinggi.

Risiko perang tarif Chandra proyeksikan kecil kemungkinannya untuk terjadi karena juga didukung volume permintaan data internet yang terus tumbuh.

Baca Juga: Pendapatan Indosat Ooredoo (ISAT) mencapai Rp 12,3 triliun di semester I 2019

"Sebagian operator terus menaikkan capex, dengan demand yang tinggi maka kapasitas yang bertambah akan bertemu dengan permintaan yang cukup dan operator jadi tidak terpancing untuk melakukan price war," kata Chandra.

Di antara perusahaan operator besar, Chandra menjagokan TLKM karena memiliki kinerja keuangan yang paling sehat dibandingkan kompetitor. Di urutan kedua, Chandra juga melihat EXCL menarik karena memiliki perkembangan bisnis dan mulai menuai dan mempertebal laba bersih. Sementara, Chandra memandang ISAT masih tersandung rugi Rp 331 miliar hingga semester I 2019.

Baca Juga: Validasi IMEI, begini gambaran biaya yang harus dikeluarkan operator telekomunikasi

Chandra merekomendasikan buy TLKM di Rp 4.750 per saham dan EXCL di Rp 4.000 per saham.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×