kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Manulife: Aksi para pemburu yield menguntungkan Indonesia


Rabu, 21 Agustus 2019 / 10:07 WIB
ILUSTRASI. Market update Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kedua, kebijakan The Fed dan bank sentral dunia terbilang dovish, sehingga menyebabkan imbal hasil obligasi di global turun ke level rendah bahkan negatif. 

Ketiga, imbal hasil riil Indonesia dan selisih dengan US Treasury sangat menarik. 

Keempat, pemerintah hingga saat ini telah menerbitkan surat utang sekitar 77% dari target tahunan. "Sehingga dinamisme pasokan dan permintaan surat utang akan lebih suportif ke depannya," urai Ezra. 

Baca Juga: IHSG menanjak, cermati 10 saham dengan frekuensi transaksi tertinggi, Rabu (31/7)

Kendati demikian, pasar obligasi Indonesia juga memiliki sejumlah tantangan. Salah satunya, sentimen global yang risk-off atau keengganan mengambil risiko akibat kecemasan terjadinya resesi. Ada pula sentimen lain seperti perang dagang AS-China dan krisis geopolitik di Argentina dan Hong Kong. 

Selain itu, "Rupiah yang cenderung bergejolak dan memiliki korelasi tinggi dengan dollar dapat menyebabkan investor wait and see menunggu stabilitas sebelum kembali berinvestasi di pasar obligasi," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×