kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.537   7,00   0,04%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.362 per Dolar AS Hari Ini (6/8), Asia Bervariasi


Rabu, 06 Agustus 2025 / 15:07 WIB
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.362 per Dolar AS Hari Ini (6/8), Asia Bervariasi
ILUSTRASI. Rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,17% ke Rp 16.362 per dolar AS dengan mata uang di Asia bervariasi pada hari ini 6 Agustus 2025


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot terus menguat hingga akhir perdagangan hari ini. Rabu (6/8/2024), rupiah spot ditutup di level Rp 16.362 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah menguat 0,17% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp 16.390 per dolar AS. 

Hingga pukul 15.00 WIB, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah ditutup melesat 0,25%.

Berikutnya, rupee India yang terkerek 0,15% dan dolar Singapura yang naik 0,05%. Disusul, yen Jepang yang menanjak 0,03%.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Kemudian ada baht Thailand yang terlihat menguat tipis 0,006% terhadap the greenback.

Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,3%.

Diikuti, dolar Taiwan yang ditutup ambles 0,13% dan yuan China tertekan 0,08%. Lalu ada ringgit Malaysia yang turun 0,05%.

Selanjutnya, dolar Hongkong terlihat melemah tipis 0,003% pada perdagangan sore ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×