kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Lukisan, investasi menggiurkan bernilai miliaran


Senin, 21 Desember 2015 / 15:02 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Siapa bilang investasi di lukisan tidak menguntungkan. Nyatanya, investasi alternatif ini selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi juga memiliki nilai artistik yang baik. Meski dianggap masih sebagai investasi alternatif, ternyata lukisan juga bernilai tinggi.

Amir Sidharta, kolektor dan pengelola lelang Sidharta Auctioneer mengatakan, investasi di lukisan merupakan investasi yang cukup menjanjikan. Walaupun, tentu akan berbeda dengan investasi alternatif lainnya, dalam lukisan tidak ada standar baku untuk menilai harga suatu karya seni tersebut.

"Ini investasi yang berbeda, karena kan investasi selama ini dilihat dari nilainya yang terukur, sedangkan pasar seni rupa walaupun nilainya bisa diukur tapi pasti beda. Hal-hal yang mempengaruhi kenaikan dan penurunan harga itu juga beda," ujarnya kepada KONTAN, Senin (21/12).

Ia bahkan mengisahkan pernah menjual sebuah lukisan berharga fantastis. Tertinggi, dirinya bisa menjual sebuah lukisan dengan harga Rp 1,9 miliar. Tentu hal ini membantah semua pendapat yang menyatakan bahwa investasi di sektor lukisan tidak menggiurkan.

"Saya tertinggi pernah jual sebuah lukisan itu Rp 1,9 miliar dan memang harga lukisan yang baik itu segitu," lanjutnya.

Aspek yang membentuk harga setinggi itu adalah nama seniman di balik karya tersebut, semakin terkenal namanya maka harganya juga akan semakin tinggi. Selain itu subjek lukisan, yakni isi atau pesan yang tertuang dalam lukisan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×