kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

LPKR berencana jual aset ke REIT Rp 2,1 triliun


Senin, 09 November 2015 / 20:55 WIB
LPKR berencana jual aset ke REIT Rp 2,1 triliun


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menjual tiga aset senilai Rp 2,1 triliun ke perusahaan real estate investment trust (REIT) di Singapura yang masih terafiliasi dengan perseroan.

Dua diantaranya merupakan aset hotel yang terletak di Bali dan Yogyakarta. Ini akan dijual ke LMIRT Trust Management Ltd senilai Rp 1,5 triliun. " Ini dimasukkan dalam target marketing sales," kata Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur LPKR di Jakarta, Senin (9/11).

Perseroan memilih menjual aset tersebut ke REIT Singapura untuk mengejar target marketing sales atau pra penjualan tahun 2015 sebesar Rp 5,5 triliun. Sementara hingga akhir September realisasinya baru Rp 2,94 triliun.

Ketut mengatakan tidak mungkin menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) penghapusan pajak berganda REIT untuk jual aset tersebut di dalam negeri. "Kalau menunggu PMK-nya tidak mungkin bisa diterbitkan tahun ini dan itu artinya target pra penjualan tidak akan tercapai," jelas Ketut.

Semula LPKR hanya menargetkan penjualan aset ke REIT tahun ini sebesar Rp 600 miliar. Namun, perseroan menaikkan target untuk mengejar target pra penjualan.

Selain kedua aset tersebut, LPKR juga tengah menjajaki penjualan aset rumah sakit di Yogyakarta senilai Rp 600 miliar ke First REIT. Hanya saja, rencana ini masih dalam tahap negosiasi sehingga tidak dimasukkan dalam target marketing sales tahun ini.

Jika penjualan aset rumah sakit tersebut berhasil dilakukan tahun ini, LPKR bisa meraih marketing sales tahun ini sebesar Rp 6,1 triliun atau melampaui target.

Aset rumah sakit ini merupakan rumah sakit baru yang akan dioperasikan perseroan melalui anak usahanya PT Siloam International Hospitals TBK (SILO) akhir tahun ini. Sebetulnya rumah sakit ini sudah komplit sejak April lalu, namun belum bisa beroperasi lantaran masih menunggu izin operasional.

Seperti diketahui, LPKR memiliki anak usaha manajemen aset yang mengelola REIT di Singapura. Perseroan mempunyai dua portofolio REIT yakni First Reit dengan aset rumah sakit dan rumah jompo serta LMIRT Management LTD dengan aset pusat perbelanjaan (mal).

Saat ini, kedua manajemen aset tersebut memiliki aset Rp 35 triliun. Namun, LPKR berencana memindahkan aset tersebut ke dalam negeri tahun depan secara bertahap setelah pemerintah menetapkan kebijakan penghapusan pajak berganda REIT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×