kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.861   2,00   0,01%
  • IDX 6.207   79,50   1,30%
  • KOMPAS100 826   18,42   2,28%
  • LQ45 620   9,06   1,48%
  • ISSI 216   0,24   0,11%
  • IDX30 350   2,76   0,80%
  • IDXHIDIV20 428   1,66   0,39%
  • IDX80 94   1,37   1,48%
  • IDXV30 118   -0,30   -0,26%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Lebaran dongkrak penjualan emiten FMCG di kuartal II-2021


Minggu, 16 Mei 2021 / 17:29 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas produksi air mineral dalam kemasan (AMDK) Le Minerale di pabrik Mayora Grup, .  Surya/Ahmad Zaimul Haq


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

Sekedar mengingatkan, selama Januari-Maret 2021 pendapatan UNVR turun 7,80% YoY menjadi Rp 10,28 triliun. Laba bersih perusahaan juga turun 8,6% YoY menjadi Rp 1,7 triliun. Demikian halnya dengan KINO yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,11 triliun atau turun 13,38% YoY dan laba bersih turun 71,5% YoY menjadi Rp 16,48 miliar.

Hanya MYOR yang mencatatkan pertumbuhan kinerja yang mana pendapatan tercatat sebesar Rp 7,33 triliun atau melesat 36,24% YoY. Kendati begitu, laba bersih Mayora Indah justru melorot 11,65% YoY menjadi RP 822,88 miliar.

Phillip Sekuritas Indonesia merekomendasikan wait and see karena saat ini pergerakan harga sedang menguji level dynamic support ditambah stochastic yang terlihat deathcross di area overbought. "Dalam pattern juga MYOR sedang dalam fase secondary reaction dari major trend up-nya dan jika harga mampu menembus level resistance di 2.680 kami sarankan beli dengan target harga pertama 2.810 dan target harga kedua di 2.940," jelasnya.

 

Sedangkan untuk KINO pihaknya menyarankan untuk tidak masuk di fase ini sebab pergerakan harga sudah cenderung tertahan di dynamic resistance dan dari major trend juga masih dalam fase bearish. Sama seperti KINO, UNVR juga belum dapat direkomendasikan beli sebab pergerakan harga masih cenderung turun dan tertahan di area dynamic resistance EMA 13.

"Patut dicermati area support terendah yang pernah dibentuk di level 5.275," sebutnya.

Sementara untuk INDF ia bilang terlihat belum dapat bergerak meninggalkan area magnetic zone nya dan cenderung sideways. "Kami merekomendasikan beli untuk INDF jika pergerakan harga menyentuh level support di 6.425 dengan ruang penguatan di level resistance 6.800," tutupnya.

Selanjutnya: Pendapatan Unilever Indonesia (UNVR) turun 7,8% di kuartal I, ini penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×