kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Laba tertekan, simak rekomendasi untuk saham Perusahaan Gas Negara (PGAS)


Jumat, 20 Maret 2020 / 22:07 WIB
Laba tertekan, simak rekomendasi untuk saham Perusahaan Gas Negara (PGAS)
ILUSTRASI. Realisasi kinerja keuangan PGAS di bawah ekspektasi dan proyeksi konsensus.

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun sepanjang tahun 2019. Emiten pelat merah ni membukukan pendapatan US$ 3,84 miliar atau turun tipis 0,55% dibandingkan pendapatan PGAS pada 2018 yang mencapai US$ 3,87 miliar.

Per 31 Desember 2019, PGAS hanya membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai US$ 67,58 juta atau turun 77,8% dari realisasi laba bersih tahun2018 yang mencapai US$ 304,99 juta.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu menilai, realisasi kinerja keuangan PGAS di bawah ekspektasi dan proyeksi yang dipasang Samuel Sekuritas Indonesia. Proyeksi yang dipasang oleh Samuel Sekuritas untuk laba bersih (net profit) PGAS tahun ini adalah US$ 218 juta, sementara proyeksi net profit dari konsensus sebesar US$ 232 juta.

"Sehingga jika membandingkan realisasi dengan proyeksi adalah sebesar 31% dan bila dibandingkan dengan proyeksi konsensus sebesar 29%," ujar Dessy kepada Kontan.co.id, Jumat (20/3).

Baca Juga: Komoditas energi gas alam dan batubara rebound

Dengan mempertimbangkan kondisi harga sekarang yang masih turun di semua sektor energi dan komoditas, Dessy memproyeksikan harga saham sektor energi dan komoditas masih akan mengalami penurunan. Dus, Dessy tidak merekomendasikan beli (buy) bagi investor yang ingin melakukan akumulasi.

Namun, jika diasumsikan kondisi pasar saham akan membaik pada semester II-2020, Dessy optimistis harga saham PGAS dapat kembali menguat. “Short-term target kami, PGAS berpotensi naik ke level Rp 1.150 per saham,” sambung dia.

Analis Kresna Sekuritas Timothy Gracianov mengatakan, kinerja PGAS masih menghadapi beberapa tantangan, mulai dari regulasi penurunan harga gas industri hingga penyebaran virus corona.

Baca Juga: Harga gas industri turun, bagaimana prospek Perusahaan Gas Negara (PGAS)?

Namun, Timothy menilai PGAS bisa membukukan kinerja yang lebih baik ke depan dengan melakukan ekspansi, yakni menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang memadai untuk konsumsi gas domestik. “PGAS juga bisa mengerjakan proyek yang diberikan Pertamina sebagai induk perusahaan, misalnya seperti pengantaran LNG ke Sinopec di China yang dilakukan Januari-Maret tahun ini,” kata dia, hari ini (20/3).

Meski belum menentukan target harga, Timothy merekomendasikan investor untuk beli (buy) saham PGAS.

Hari ini, saham PGAS melemah 6,71% ke level Rp 695 per saham. Secara year-to-date, saham emiten pelat merah ini telah tergerus 67,97%.

Baca Juga: Simak realisasi kinerja Perusahaan Gas Negara (PGAS) sepanjang 2019

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×