Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan pertumbuhan laba bersih yang signifikan, ditopang oleh permintaan layanan diagnostik yang tetap terjaga.
Laba bersih PRDA pada kuartal I-2026 melonjak 150,1% secara year on year (yoy) menjadi Rp 17,9 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan pendapatan serta optimalisasi harga pokok penjualan dan biaya operasional.
PRDA mencatat pendapatan sebesar Rp 501,4 miliar pada kuartal I-2026, naik 3,8% secara tahunan. Kinerja ini ditopang oleh kontribusi utama dari segmen tes rutin dan tes esoterik yang menunjukkan permintaan berkelanjutan, sekaligus menjadi capaian pendapatan kuartal pertama tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Baca Juga: Laba Bersih Teladan Prima Agro (TLDN) Tergerus 16%, Kala Pendapatan Naik 6,78%
Sejalan dengan itu, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 229,3 miliar atau naik 4,4% secara year on year (yoy), seiring peningkatan jumlah kunjungan dan volume pemeriksaan. Meski demikian, efisiensi operasional yang dijalankan perusahaan mampu menjaga profitabilitas.
Direktur Utama Prodia Liana Kuswandi mengatakan, kinerja pada awal tahun ini menjadi acuan dalam membaca prospek sektor laboratorium kesehatan, terutama dengan mempertimbangkan faktor musiman seperti Ramadan dan Idul Fitri.
“Kuartal I-2026 menjadi referensi awal bagi Perseroan dalam melihat prospek sektor layanan laboratorium kesehatan, dengan mencermati tren musiman selama Ramadan dan Idul Fitri yang memengaruhi pola konsumsi, serta direspons melalui inisiatif peningkatan kesadaran kesehatan seperti kampanye #TenangKarenaTau,” ujar Liana dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan, di tengah eskalasi konflik geopolitik global, hingga saat ini belum terdapat dampak material terhadap operasional perseroan. “Perseroan juga memantau eskalasi konflik geopolitik global, namun hingga saat ini hal tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional dan tetap diantisipasi secara prudent,” imbuhnya.
Untuk mendorong kinerja ke depan, Prodia mengakselerasi strategi melalui penguatan ekosistem digital, optimalisasi layanan, serta pengembangan precision medicine melalui specialty clinics. Perseroan juga telah meresmikan Integrative Autoimmune & Allergy Clinics di Gading Serpong, Tangerang serta Stemcell Clinic di Pondok Indah, Jakarta.
Selain itu, Prodia terus meningkatkan layanan diagnostik kompleks seperti tes esoterik, genomik, dan multiomics, yang didukung oleh peningkatan produktivitas jaringan, kolaborasi strategis, serta ekspansi selektif.
Dari sisi keuangan, PRDA mencatat arus kas operasi sebesar Rp112,2 miliar pada kuartal I-2026, mencerminkan pengelolaan modal kerja yang tetap terjaga. Sementara itu, arus kas investasi tercatat negatif Rp 62,8 miliar, seiring pengeluaran untuk pengembangan aset dan penguatan ekosistem operasional.
Baca Juga: Cetak Untung Perdana, Harga Saham GOTO Melejit 3,7%, Simak Target harga Analis
Hingga akhir Maret 2026, total aset PRDA mencapai Rp 2,6 triliun. Adapun total liabilitas tercatat sebesar Rp 263,5 miliar dan ekuitas sebesar Rp 2,4 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang sehat dengan tingkat likuiditas yang tetap terjaga.
Finance & Sustainability Director Prodia Marina Eka Amalia menegaskan, kondisi keuangan perseroan masih berada dalam posisi solid dan resilien. “Secara keseluruhan, fondasi keuangan Perseroan tetap berada dalam kondisi yang sehat dan resilien, sehingga mampu menopang keberlangsungan operasional secara berkelanjutan,” jelas Marina.
Ia menambahkan, ke depan perseroan akan tetap disiplin dalam pengelolaan biaya serta memastikan setiap investasi memiliki imbal hasil yang jelas. “Perseroan akan terus disiplin dalam pengelolaan biaya, menerapkan prioritas dalam setiap strategi, serta memastikan setiap investasi memiliki Return on Investment yang jelas,” imbuhnya.
Dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan, Prodia juga terus mengembangkan ekosistem digital melalui aplikasi U by Prodia, termasuk peluncuran fitur Marketplace Health Shop serta peningkatan layanan bagi tenaga medis melalui platform Prodia for Doctor.
Selain itu, perseroan memperluas program preventive healthcare dengan target penambahan 20.000 peserta skrining demensia gratis sepanjang 2026, serta menghadirkan berbagai inovasi layanan diagnostik untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













