Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mencatatkan penurunan laba bersih kala pendapatan naik sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan TLDN sebesar Rp 1,36 triliun sepanjang Januari-Maret 2026. Ini naik 6,78% secara tahunan dari Rp 1,28 triliun di periode sama tahun 2025.
Secara rinci, penjualan ke pihak ketiga dari segmen minyak kelapa sawit pihak ketiga menyumbang mayoritas, yaitu Rp 1,21 triliun. Lalu, segmen minyak inti kelapa sawit berkontribusi Rp 96,91 miliar, segmen minyak inti kelapa sawit Rp 54,56 miliar, dan segmen lain-lain Rp 2,03 miliar.
Baca Juga: Cetak Untung Perdana, Harga Saham GOTO Melejit 3,7%, Simak Target harga Analis
Sementara, penjualan ke pihak berelasi segmen inti kelapa sawit pihak ketiga sebesar Rp 155,89 miliar.
Beban pokok penjualan tercatat naik dari Rp 886,48 miliar di kuartal I 2025 menjadi Rp 1,01 triliun di kuartal I 2026.
Laba bruto turun 11,65% year on year (YoY) ke Rp 348,21 miliar di akhir Maret 2026, dari periode sama tahun sebelumnya di Rp 394,13 miliar.
Alhasil, TLDN mengantongi laba bersih Rp 181,77 miliar sepanjang kuartal I 2026, turun 16,96% YoY dari Rp 218,91 miliar.
Laba per saham dasar menjadi Rp 14,04 di akhir Maret 2026, dari Rp 16,91 di akhir Maret 2025.
Per 31 Maret 2026, TLDN punya total aset Rp 6,28 triliun. Ini naik dari Rp 6,01 triliun per 31 Maret 2025.
Total liabilitas perusahaan sebesar Rp 2,46 triliun di akhir Maret 2026, naik dari Rp 2,37 triliun di akhir Desember 2025. Sementara, total ekuitas tercatat Rp 3,82 triliun per kuartal I 2026, naik dari Rp 3,64 triliun di akhir tahun 2025.
TLDN memiliki kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp 695,16 miliar di akhir Maret 2026, turun dari Rp 821,85 miliar di periode sama tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













