kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Laba Medco Energi (MEDC) Anjlok, Ini Alasan Analis Menilai Sahamnya Menarik


Senin, 09 Juni 2025 / 04:35 WIB
Laba Medco Energi (MEDC) Anjlok, Ini Alasan Analis Menilai Sahamnya Menarik
ILUSTRASI. Fasilitas migas MedcoEnergi (MEDC).


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatat laba bersih sebesar US$ 18 juta pada kuartal I-2025, turun 81% dibanding kuartal sebelumnya (qoq) dan turun 76% dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy). 

Analis CGS International Sekuritas Indonesia Bob Setiadi dalam riset 2 Juni 2025, angka ini hanya mencapai 9% dari estimasi analis dan 5% dari perkiraan konsensus Bloomberg untuk keseluruhan tahun 2025.

Penurunan tajam ini disebabkan oleh kerugian dari perusahaan patungan (JV) dengan Amman Mineral (AMMN), yang sebagian sahamnya (21%) dimiliki oleh MEDC. Pada kuartal I-2024, JV tersebut masih mencatat laba sebesar US$ 26 juta, namun pada kuartal I-2025 justru rugi hingga US$ 29 juta. "Penyebab utamanya adalah tidak adanya penjualan emas dan tembaga karena proyek smelter AMMN belum selesai dan baru direncanakan beroperasi di kuartal II 2025," papar Bob dalam riset. 

Baca Juga: Ini Emiten Rumahsakit yang Diuntungkan dari Skema Co-Payment Asuransi Kesehatan

Sementara itu, bisnis utama di bidang minyak dan gas, produksi hulu turun 4% dari kuartal sebelumnya dan turun 9% dari tahun lalu menjadi 143.000 barel ekuivalen minyak per hari (mboepd). Penurunan ini dipicu oleh permintaan gas yang melemah karena faktor musiman serta adanya pemeliharaan terencana di blok Senoro.

Sejatinya, rata-rata harga jual minyak masih stabil di US$ 72,2 per barel, hampir sama dengan kuartal sebelumnya di US$72,3 per barel. Namun harga ini lebih tinggi dari asumsi perusahaan untuk sepanjang tahun 2025 di US$ 68 per barel.

Namun pendapatan Medco di kuartal I-2025 tercatat turun 9% dari kuartal sebelumnya, namun masih naik 0,7% dibanding kuartal I tahun 2024 menjadi US$ 560 juta. "Angka ini sesuai dengan sekitar 27% dari proyeksi kami dan 26% dari estimasi Bloomberg," terang Bob.

Medco memperkirakan AMMN akan mulai menjual emas dan tembaganya pada kuartal II 2025. Oleh karena itu, MEDC memperkirakan kontribusi laba dari AMMN bisa mencapai US$ 16 juta di tahun 2025, meskipun masih jauh lebih rendah dari US$ 133 juta pada tahun 2024.

Meskipun kinerja kuartal ini lemah, Bob mengaku MEDC tetap mendapat rekomendasi Add karena pasar belum sepenuhnya menghargai investasi strategis MEDC di pembangkit listrik dan jaringan pipa gas. Menurut dia, kontribusi bisnis ini bisa memberikan nilai tambah sekitar Rp 310 per saham. Bob menargetkan harga saham MEDC tetap di Rp 1.250. 

Baca Juga: Investor Domestik Tambah Posisi di Sejumlah Sektor Saham pada Mei 2025

Menurut Bob, faktor yang bisa mendorong kenaikan harga saham antara lain disetujuinya proyek PLTS Bulan dan naiknya harga minyak. Sementara risiko utama adalah penurunan cadangan gas di blok Corridor, melemahnya permintaan gas dari Singapura, dan ketidakpastian ekonomi global terutama akibat kebijakan tarif dari pemerintahan Trump.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×