kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Energi Mega Persada (ENRG) Melonjak 70,12% pada Kuartal I-2023


Senin, 01 Mei 2023 / 12:44 WIB
Laba Energi Mega Persada (ENRG) Melonjak 70,12% pada Kuartal I-2023
ILUSTRASI. Pengeboran migas?EMP Bentu Limited di Kampar, Riau.


Reporter: Aris Nurjani | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membukukan kinerja positif pada triwulan pertama 2023 dengan menorehkan kenaikan laba bersih sebesar US$ 17,49 juta atau naik 70,12% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar US$ 10,28 juta.

Kenaikan laba tersebut terjadi di tengah penjualan ENRG yang turun 8,91% pada kuartal I 2023 menjadi US$ 102,54 juta dibandingkan dengan kuartal I 2022 sebesar US$ 112,57 juta.

Direktur Utama Energi Mega Persada, Syailendra S. Bakrie, menjelaskan, penurunan penjualan terjadi karena produksi gas dan harga jual minyak yang lebih rendah. 

"Produksi gas perseroan turun sebesar 25% dari 211 juta kaki kubik gas per hari di kuartal I 2022 menjadi 157 juta kaki kubik gas per hari di kuartal I 2023," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Senin (1/5).

Baca Juga: Puradelta Lestari (DMAS) Raih Marketing Sales Rp 598 Miliar di Kuartal I 2023

Syailendra mengatakan, fluktuasi harga minyak dunia juga berdampak terhadap penurunan harga jual minyak Perseroan yang sebesar US$ 79,23 per barel pada kuartal I 2023, dibandingkan dengan harga jual minyak yang tinggi di kuartal I 2022 pada level US$ 103,40 per barel. 

Selain itu, produksi gas yang lebih rendah disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, penurunan produksi gas dari aset Kangean dikarenakan kontrak jual beli gas yang sedang dalam proses pembaruan dengan para pembeli di Jawa Timur. 

Syailendra berharap setelah proses pembaruan kontrak jual beli gas tersebut diselesaikan, produksi gas dari Kangean akan meningkat secara bertahap.

Kedua, penghentian sementara atas produksi gas dari aset gas Sengkang sambil menunggu penyelesaian perpanjangan dan pembaruan kontrak jual beli gas dengan pembeli di Sulawesi. 

Kontrak jual beli gas untuk Sengkang sudah diselesaikan. Sengkang telah memulai kembali produksi gasnya, dan pasokan gas dari Sengkang diharapkan akan meningkat di kuartal II 2023.

Baca Juga: Produksi Minyak Naik, Laba Bersih Energi Mega Persada (ENRG) Tembus Rp 1 Triliun

Seiring turunnya penjualan, beban pokok penjualan juga ikut turun 9,29% menjadi US$ 62,27 juta dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar US$ 68,65 juta.

Alhasil, laba bruto turun 8,31% menjadi US$ 40,27 juta pada kuartal I 2023 dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar US$ 43,92 juta.

Hingga akhir Maret 2023, total aset ENRG naik tipis menjadi US$ 1,20 miliar dibanding akhir Desember 2022 sebesar US$ 1,19 juta.

Sementara total liabilitas turun menjadi US$ 668,22 juta dibanding akhir Desember 2022 sebesar US$ 679,4 juta. Sementara total ekuitas naik menjadi US$ 532,21 juta dibanding akhir 2022 sebesar US$ 514,92 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×