kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Laba Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) menciut 37,61% pada kuartal III 2019


Kamis, 31 Oktober 2019 / 09:20 WIB
Laba Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) menciut 37,61% pada kuartal III 2019
ILUSTRASI. Pabrik Pakan Ternak Baru Indojaya, grup PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk JPFA di Kawasan Industri Modern 4 Sumatera Utara SUMUT

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Penurunan harga broiler telah menekan laba PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), pada kuartal III 2019. Kendati mencatat kenaikan penjualan sebesar 7,26%, namun laba anggota indeks Kompas100 ini menciut sebesar 37,61%.

Penurunan laba tersebut tak terlepas dari penurunan harga live bird di periode Januari-September 2019 yang rata-rata di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) yang yang ditetapkan Kemendag Rp 19.000 per kg. Nyatanya selama periode tersebut HPP ayam rata-rata di Rp 15.000 per ekor.

Baca Juga: Timbang rekomendasi teknikal saham BMRI, ADRO dan JPFA untuk Selasa ini (29/10)

Mengutip laporan keuangan JPFA yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/10)), pada kaurtal III 2019, Japfa Comfeed Indonesia mencatat kenaikan penjualan 7,26% menjadi Rp 27,17 triliun dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 25,337 triliun.

Pendapatan terbesar JPFA berasal dari penjualan peternakan dan produk konsumen sebesar Rp 10,60 triliun atau naik 2,84% dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 10,30 triliun.

Kemudian dari penjualan produk pakan ternak, JPFA mencatat kenaikan pendapatan  14,96% menjadi Rp 10,47 triliun. Penjualan ayam umur sehari (DOC) juga tumbuh 1,36% menjadi Rp 2,37 triliun.

Sementara dari penjualan budidaya perairan JPFA mencatat kenaikan pendapatan 24,5% menjadi Rp 2,33 triliun. Namun untuk penjualan peternakan sapi turun 7,74% menjadi Rp 1,25 triliun dan perdagangan serta lain-lain juga turun 22,41% menjadi Rp 526 miliar.

Baca Juga: Harga naik di pekan lalu, cermati PER, EPS dan PBV saham emiten poultry dan ayam

Dengan demikian, JPFA mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun signifikan  37,61% menjadi Rp 1,04 triliun dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 1,67 triliun.

Penurunan laba JPFA terjadi akibat beban pokok penjualan emiten produsen ayam ini membengkak 13,97% menjadi Rp 22,45 triliun pada periode Januari-September 2019 dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 19,701 triliun.

 

 



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×