kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Laba emiten menutupi sentimen China, Dow Jones dan S & P 500 tertopang


Sabtu, 19 Februari 2011 / 07:42 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Priok milik Pelindo 2, Jakarta, Senin (16/9/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2019 mencapai 14,28 miliar Dolar AS, merosot 7,06 persen


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) berhasil menguat hari ini. Laporan pendapatan emiten yang lebih tinggi dari perkiraan pasar mampu melawan sentimen negatif upaya China mengendalikan inflasi.

Alhasil, Standard & Poor's 500 berhasil melengkapi reli dalam tiga pekan terakhir setelah ditutup naik 0,2% ke 1.343,01 pukul 4 sore di New York. Indeks ini sudah reli 1% dalam sepekan ini dan mencapai level tertinggi dalam 32 bulan terakhir. Sementara, Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,6% ke 12.391,25.

Sebelumnya, sentimen pasar negatif karena spekulasi upaya China menekan inflasi dengan menaikkan persyaratan cadangan perbankan. People's Bank of China melalui situsnya mengatakan, rasio cadangan akan naik 0,5% mulai 24 Februari.

Namun, rilis pendapatan emiten berhasil memudarkan sentimen itu. Saham Caterpillar Inc naik 2,4% setelah melaporkan penjualan mesin naik 49% di kuartal terakhir. Saham produsen tax software, Intuit Inc, naik 7,3% karena memproyeksi laba lebih tinggi dari perkiraan.

Terhitung sejak 10 Januari, sudah 72% dari 395 perusahaan di S&P 500 yang merilis laba per saham melebihi perkiraan pasar.

Frederic Dickson, kepala strategi pasar dari DA Davidson & Co. menyebut, ada anggapan bullish di pasar dipicu laba emiten yang lebih tinggi dari perkiraan. Investor bangkit dan menyadari kondisi mulai stabil sehingga mereka menempatkan dana di pasar.

"Sebagian optimis ekonomi China akan normal. Dengan persepsi negara ini terus bergerak perlahan, mereka bisa membatasi pertumbuhan dan kembali ke tingkat yang wajar," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×