kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Laba emiten menutupi sentimen China, Dow Jones dan S & P 500 tertopang


Sabtu, 19 Februari 2011 / 07:42 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Priok milik Pelindo 2, Jakarta, Senin (16/9/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2019 mencapai 14,28 miliar Dolar AS, merosot 7,06 persen


Reporter: Dupla Kartini, | Editor: Dupla Kartini

NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) berhasil menguat hari ini. Laporan pendapatan emiten yang lebih tinggi dari perkiraan pasar mampu melawan sentimen negatif upaya China mengendalikan inflasi.

Alhasil, Standard & Poor's 500 berhasil melengkapi reli dalam tiga pekan terakhir setelah ditutup naik 0,2% ke 1.343,01 pukul 4 sore di New York. Indeks ini sudah reli 1% dalam sepekan ini dan mencapai level tertinggi dalam 32 bulan terakhir. Sementara, Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,6% ke 12.391,25.

Sebelumnya, sentimen pasar negatif karena spekulasi upaya China menekan inflasi dengan menaikkan persyaratan cadangan perbankan. People's Bank of China melalui situsnya mengatakan, rasio cadangan akan naik 0,5% mulai 24 Februari.

Namun, rilis pendapatan emiten berhasil memudarkan sentimen itu. Saham Caterpillar Inc naik 2,4% setelah melaporkan penjualan mesin naik 49% di kuartal terakhir. Saham produsen tax software, Intuit Inc, naik 7,3% karena memproyeksi laba lebih tinggi dari perkiraan.

Terhitung sejak 10 Januari, sudah 72% dari 395 perusahaan di S&P 500 yang merilis laba per saham melebihi perkiraan pasar.

Frederic Dickson, kepala strategi pasar dari DA Davidson & Co. menyebut, ada anggapan bullish di pasar dipicu laba emiten yang lebih tinggi dari perkiraan. Investor bangkit dan menyadari kondisi mulai stabil sehingga mereka menempatkan dana di pasar.

"Sebagian optimis ekonomi China akan normal. Dengan persepsi negara ini terus bergerak perlahan, mereka bisa membatasi pertumbuhan dan kembali ke tingkat yang wajar," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×