kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Emiten Boy Tohir (ESSA) Meroket 228% Jadi Setara Rp 165 Miliar, Ini Pendorongnya


Selasa, 23 April 2024 / 09:55 WIB
Laba Emiten Boy Tohir (ESSA) Meroket 228% Jadi Setara Rp 165 Miliar, Ini Pendorongnya
ILUSTRASI. Pabrik amoniak ESSA.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) belum mampu mendongkrak pendapatan dalam periode tiga bulan pertama 2024. Meski begitu, laba emiten yang terafiliasi dengan Garibaldi "Boy" Thohir ini melonjak cukup signifikan. 

Pada kuartal I-2024, ESSA meraup pendapatan senilai US$ 73,82 juta, menyusut 15,96% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY) yang kala itu mencapai US$ 87,84 juta. Namun secara bottom line, ESSA mampu meraih laba bersih senilai US$ 10,21 juta pada kuartal I-2024.

Sebagai gambaran saja, jika dikonversi memakai kurs saat ini sebesar Rp 16.240 per dolar Amerika Serikat, keuntungan ESSA hingga Maret 2024 mencapai sekitar Rp 165,76 miliar. Dibandingkan dengan kuartal I-2023, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ESSA melejit 228,29% yang kala itu mencapai US$ 3,11 juta.

Lonjakan laba ESSA tak lepas dari menyusutnya sejumlah pos beban dalam kurun tiga bulan pertama 2024. Seperti beban pokok pendapatan ESSA yang terpangkas 32,75% (YoY) menjadi dari US$ 69,43 juta menjadi US$ 46,69 juta.

Baca Juga: Berdikari Pondasi (BDKR) Menganggarkan Capex Rp 110 Miliar di Tahun 2024

Hasil itu membuat laba kotor ESSA terdongkrak sebanyak 47,31% (YoY) dari US$ 18,41 juta menjadi US$ 27,12 juta. Kemudian, ada penurunan dari sisi beban umum dan administrasi sebanyak 10,14% (YoY) menjadi US$ 6,82 juta.

Beban keuangan ESSA turut mengalami penurunan  sebanyak 44,03% (YoY) menjadi US$ 3,47 juta. Hasil itu membuat ESSA membukukan laba bersih periode berjalan senilai US$ 13,67 juta pada kuartal I-2024, meroket 328,52% dibandingkan US$ 3,19 juta pada kuartal I-2023.

Corporate Secretary Essa Industries Indonesia Shinta D. U. Siringoringo mengungkapkan posisi EBITDA ESSA melonjak 41% (YoY) dari sekitar US$ 22 juta menjadi US$ 31,5 juta pada kuartal I-2024. 

"Peningkatan volume produksi dan penurunan biaya berkontribusi pada peningkatan EBITDA," kata Shinta dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (22/4) malam.

Shinta menjelaskan, harga realisasi amoniak ESSA mengalami penurunan sebesar 51% (YoY) menjadi rata-rata US$ 344 per metrik ton pada kuartal I-2024. Penurunan harga amoniak dipicu oleh masalah geopolitik di Timur Tengah dan kawasan Laut Merah pada awal 2024.

Harga amoniak mencapai titik terendahnya pada bulan Maret 2024, dan selanjutnya menunjukkan tren peningkatan. ESSA memperkirakan harga amoniak akan tetap berada pada level yang serupa dengan tahun 2023.

"Sementara itu, harga LPG menunjukkan peningkatan yang cukup kuat di tengah pemotongan produksi minyak negara – negara anggota OPEC+," sebut Shinta.

Baca Juga: Laba Essa Industries (ESSA) Melonjak 228,29% Jadi US$ 10,21 Juta pada Kuartal I-2024

Sekadar mengingatkan, ESSA merupakan emiten yang  bergerak di sektor energi dan kimia melalui kilang Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan pabrik amoniak. 

"ESSA terus menjajaki peluang-peluang baru yang sejalan dengan keunggulan kompetensi yang dimiliki," tandas Shinta.

Membuka perdagangan Selasa (23/4), harga ESSA menguat 1,34% ke posisi Rp 755 per saham hingga pukul 09:09 WIB. Secara year to date, pergerakan harga saham ESSA mengakumulasi penguatan 42,45%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×