Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan penurunan kinerja keuangan, terutama dari sisi laba bersih, sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, emiten petrokimia ini membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 279,81 juta hingga September 2026.
Realisasi tersebut merosot 78,43% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Januari-September 2025, TPIA mencatatkan laba bersih sebesar US$ 1,29 miliar.
Di tengah merosotnya laba bersih, pendapatan TPIA justru tumbuh 60,50% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi US$ 8,18 miliar hingga September 2026. Sebelumnya, pendapatan TPIA tercatat sebesar US$ 5,10 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Namun, kenaikan pendapatan tersebut diikuti oleh peningkatan beban pokok dan produksi. Beban bahan baku serta produksi dan manufaktur tercatat sebesar US$ 7,22 miliar, meningkat dibandingkan US$ 5,13 miliar pada Januari-September 2025.
Baca Juga: Ekspor Melonjak, Yuan Cetak Level Terkuat sejak April 2022
Beban penyusutan juga meningkat menjadi US$ 249,61 juta dari sebelumnya US$ 152,12 juta. Sementara itu, beban keuangan TPIA melonjak menjadi US$ 306,25 juta, dibandingkan US$ 178,68 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi laba, TPIA membukukan laba sebelum pajak sebesar US$ 409,07 juta hingga September 2026. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan laba sebelum pajak sebesar US$ 1,55 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sebagai tambahan, kinerja laba TPIA pada Januari-September 2025 turut ditopang keuntungan dari pembelian dengan diskon sebesar US$ 1,81 miliar. Pos keuntungan tersebut tidak lagi tercatat pada periode sembilan bulan pertama 2026.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar US$ 14,14 juta, TPIA membukukan laba periode berjalan sebesar US$ 394,92 juta. Realisasi ini turun dibandingkan US$ 1,65 miliar pada Januari-September 2025.
Sementara itu, laba per saham dasar TPIA juga turun menjadi US$ 0,0032 dari US$ 0,0183 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, TPIA melaporkan total aset sebesar US$ 14,22 miliar per akhir September 2026, melonjak dari posisi akhir Desember 2025 sebesar US$ 12,32 miliar.
Total liabilitas dan ekuitas masing-masing tercatat US$ 9,21 miliar dan US$ 5 miliar. Adapun total saldo kas dan setara kas akhir periode perusahaan mencapai US$ 2,96 miliar, meningkat dari sebelumnya US$ 2,56 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














