Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan global, termasuk pasar kripto.
Salah satu pedagang aset kripto, Bittime, mengatakan kesepakatan damai yang dicapai kedua negara mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset berisiko.
Diketahui, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan damai setelah melalui serangkaian perundingan intensif.
Kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer secara permanen dan menjadi sinyal meredanya tensi geopolitik yang selama ini memengaruhi sentimen pasar global.
Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa perjanjian damai dengan Iran telah rampung, termasuk pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Sejalan dengan itu, respons positif langsung terlihat di berbagai pasar keuangan global per Senin (15/6/2026). Dalam sehari terakhir, indeks Nasdaq menguat 0,31%, Dow Jones naik 0,70%, S&P 500 naik 0,50%, sementara NYSE Composite bertambah 0,78%.
Sentimen serupa juga terlihat di pasar domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,67% ke level 6.228. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menguat ke kisaran Rp 17.700 per dolar AS.
Pasar kripto turut menunjukkan pergerakan positif. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (16/6) pukul 10.45 WIB, harga Bitcoin berada di kisaran US$ 66.101 atau naik 0,30% dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, Bitcoin juga mencatatkan kenaikan sebesar 5,33%.
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, bilang kenaikan harga Bitcoin tersebut menunjukkan bahwa pasar kripto mulai merespons membaiknya sentimen global.
“Ketika ketidakpastian geopolitik mulai mereda, kepercayaan investor umumnya ikut meningkat. Kondisi ini dapat mendorong aliran dana kembali masuk ke berbagai aset berisiko, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya yang selama ini sensitif terhadap perubahan sentimen global,” ujar Ryan dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).
Kendati demikian, investor tetap perlu memperhatikan berbagai faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan harga aset digital, seperti arah suku bunga, kondisi likuiditas global, serta perkembangan ekonomi makro yang juga memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto.
“Pasar kripto dikenal memiliki volatilitas yang tinggi sehingga investor tidak sebaiknya hanya mengandalkan sentimen jangka pendek. Penting untuk memahami fundamental aset yang dipilih, meningkatkan literasi investasi, serta terus memantau perkembangan pasar agar dapat mengambil keputusan yang lebih bijak,” tambah Ryan.
Sebagai platform aset global untuk Indonesia, Bittime melihat minat investor domestik terhadap aset global terus meningkat seiring semakin terbukanya akses terhadap berbagai instrumen investasi internasional.
Kondisi ini juga menunjukkan bahwa investor Indonesia semakin aktif mencari peluang diversifikasi portofolio di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.
Guna mensiasati kondisi ini, Ryan pun membeberkan sejumlah aset tokenisasi berbasis real-world assets (RWA) yang saat ini dapat dijadikan diversifikasi, seperti Tether Gold (XAUT), Silver Token (SLVON), SP500 Tokenized ETF (SPYX), Tesla Tokenized Stock (TSLAX), dan Nasdaq Tokenized ETF (QQQX).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













