CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.566   37,00   0,21%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

Laba Bersih Raharja Energi (RATU) Melonjak 102% di Semester I 2026, Ini Pendorongnya


Kamis, 10 September 2026 / 16:14 WIB
Laba Bersih Raharja Energi (RATU) Melonjak 102% di Semester I 2026, Ini Pendorongnya
ILUSTRASI. PT Raharja Energi Cepu - kontan kilas online (Raharja Energi Cepu/KILAS)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 102% secara tahunan menjadi US$15,54 juta pada Semester I-2026. Kinerja tersebut didukung oleh keuntungan pembelian dengan diskon atau bargain purchase dari akuisisi participating interest di Blok Madura serta peningkatan kontribusi laba dari entitas asosiasi.

Direktur Utama RATU Sumantri mengatakan, perseroan akan terus memperkuat portofolio aset migas secara selektif sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.

"Perseroan akan terus memperkuat portofolio asetnya secara selektif sesuai peta jalan investasi jangka panjang," kata Sumantri dalam public expose secara daring, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: China Kembali Borong Minyak, Harga Minyak Dunia Berpeluang Terus Naik

Pada periode yang sama, RATU membukukan pendapatan sebesar US$25,65 juta, naik 2% dibandingkan dengan Semester I-2025 sebesar US$25,15 juta. Pendapatan tersebut sejalan dengan kinerja lifting minyak dan gas dari Blok Jabung.

Sementara itu, Adjusted EBITDA tumbuh 38% secara tahunan menjadi US$21,28 juta. Pertumbuhan tersebut didorong kenaikan harga minyak mentah yang memperkuat margin usaha perseroan.

Dari sisi neraca, total aset konsolidasi RATU meningkat menjadi US$231,8 juta pada Semester I-2026, terutama setelah rampungnya akuisisi SMS Development Ltd. atau SMSD. Akuisisi tersebut memberikan 20% kepemilikan tidak langsung di HCML, operator Blok Selat Madura.

Seiring pembiayaan akuisisi tersebut, liabilitas RATU meningkat menjadi US$166,8 juta. Namun, rasio debt to equity atau DER perseroan masih berada di level 2,42 kali, di bawah batas covenant sebesar 4 kali.

Sumantri menyebut penguatan portofolio tersebut merupakan bagian dari peta jalan investasi RATU dalam beberapa tahun ke depan. Perseroan juga mengarahkan strategi investasinya untuk beralih dari aset non-operating menuju investasi operasional.

"Transisi ke investasi operasional dalam 3-5 tahun ke depan," ujar Sumantri.

Sepanjang 2025 hingga 2026, RATU memperkuat portofolio participating interest di sejumlah blok migas. Perseroan memiliki 2,2423% PI tidak langsung di Blok Cepu dan 8% PI langsung di Blok Jabung.

Blok Cepu memiliki rata-rata produksi 127 ribu BOPD dengan cadangan tersisa 2P sebesar 272 MMBO per Juni 2026. Sementara Blok Jabung memiliki rata-rata produksi 47,2 ribu BOEPD dan cadangan tersisa 2P sebesar 234 MMBOE. Kontrak PSC Blok Jabung juga telah diperpanjang hingga 2043.

Adapun Blok Selat Madura menjadi tambahan portofolio terbaru RATU setelah perseroan menyelesaikan akuisisi SMSD senilai US$121,5 juta pada Juni 2026. Melalui transaksi tersebut, RATU memperoleh 20% PI tidak langsung di HCML.

Blok Selat Madura memiliki rata-rata produksi 219 MMSCFD gas, dengan cadangan tersisa 2P sebesar 584 BCF gas dan 6,7 juta barel minyak kondensat.

Baca Juga: Raharja Energi (RATU) Targetkan Akuisisi Minimal Satu Aset Migas pada 2027

Akuisisi tersebut didukung fasilitas kredit bilateral senilai US$109,2 juta dari Bank Mandiri melalui PT Raharja Energi Madura. RATU juga memperkuat struktur permodalan melalui penerbitan Obligasi dan Sukuk Wakalah senilai Rp800 miliar dengan tenor lima dan tujuh tahun.

Di sisi lain, strategi ekspansi RATU tidak hanya mengandalkan pertumbuhan organik. Perseroan juga tengah mempersiapkan akuisisi aset migas produktif berikutnya.

Direktur RATU Adrian Hartadi sebelumnya mengatakan perseroan masih memiliki sejumlah pipeline akuisisi yang tengah menjalani proses due diligence. Namun, dengan waktu yang tersisa hingga akhir 2026, RATU mengambil pendekatan konservatif dan memperkirakan sejumlah transaksi baru dapat dituntaskan pada 2027.

"Untuk tahun ini kita masih beberapa berproses, beberapa pipeline sudah masuk di kita, kita masih melakukan due diligence," kata Adrian.

RATU menargetkan minimal satu akuisisi pada 2027. Adrian menegaskan, perseroan tidak semata-mata mengejar jumlah transaksi, melainkan kualitas aset yang diperoleh.

"Karena memang kan ini kita tidak melihat kuantitas di sini, tapi kualitas aset yang akan kita akuisisi itu seperti apa," ujarnya.

Menurut Adrian, aset migas berkualitas memang dapat memiliki harga yang lebih tinggi. Namun, satu aset dengan kualitas baik dinilai sudah dapat memberikan dampak signifikan terhadap profitabilitas perseroan.

"Kadang-kadang the good quality asset itu harganya juga tinggi. Sehingga satu saja sudah menjadi impactful ke profitability perusahaan," kata Adrian.

Adapun dari sisi permodalan, RATU sebelumnya telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melakukan private placement sebanyak-banyaknya 271.505.380 saham baru atau maksimal 10% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Dana dari aksi tersebut akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja serta pengembangan kegiatan usaha, termasuk mendukung ekspansi dan akuisisi aset. Private placement juga diharapkan memperkuat ekuitas RATU sehingga perseroan dapat melanjutkan rencana akuisisi.

Baca Juga: IHSG Ditutup Turun 1,33% ke 6.589 pada Kamis (10/9), INDY, NCKL, BUMI Top Losers LQ45

Dengan strategi tersebut, RATU berupaya memperbesar portofolio aset migas sekaligus meningkatkan kontribusi aset produktif terhadap kinerja perseroan dalam beberapa tahun ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×