kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Bersih Naik Saat Pendapatan Turun, Simak Rekomendasi Saham AKR Corporindo (AKRA)


Kamis, 10 Agustus 2023 / 04:55 WIB
Laba Bersih Naik Saat Pendapatan Turun, Simak Rekomendasi Saham AKR Corporindo (AKRA)


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah penurunan pendapatan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang sebesar 10,2% year on year (YoY) menjadi Rp 19,9 triliun pada semester I-2023, bottom line AKRA justru tumbuh positif. Laba bersih AKRA naik 7,9% YoY menjadi Rp 1 triliun, dari Rp 955,5 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan margin laba kotor menjadi 9,1%, dari 7,3% berkat segmen kawasan industri yang mencatat pertumbuhan laba kotor yang kuat, yakni sebesar 217,6% YoY. Pertumbuhan tersebut didorong dari kenaikan penjualan tanah seluas 19,6 Ha ke Hailiang untuk pembangunan pabrik produksi copper foil.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama memandang positif prospek segmen kawasan industri AKRA, yakni Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Menurutnya, harga penjualan lahan di JIIPE akan semakin tinggi karena kebutuhan dan permintaan yang meningkat di tengah keterbatasan suplai lahan.

Baca Juga: Laba AKR Corporindo (AKRA) Naik Saat Pendapatan Turun, Cermati Rekomendasi Analis

Di samping itu, bisnis AKRA juga tetap ditopang oleh segmen perdagangan dan distribusi BBM serta bahan kimia dasar. Menurutnya, di tengah pemulihan ekonomi, permintaan atas BBM dan bahan kimia dasar bakal turut meningkat.

"Tentunya, ini memberikan kontribusi terhadap kinerja penjualan perusahaan dan laba bersih. Performa top line dan bottom line AKRA di 2023 masih diproyeksikan membaik," kata Nafan saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (9/8).

Dalam riset tanggal 12 Juli 2023, Analis UOB Kay Hian Sekuritas Posmarito Pakpahan mengatakan, AKRA membukukan marketing sales lahan industri sebesar 17 Ha pada kuartal II-2023. Marketing sales ini akan dibukukan sebagai pendapatan pada kuartal III-2023.

Manajemen AKRA menargetkan dapat menjual landbank sebanyak 70 Ha-75 Ha yang akan menghasilkan pendapatan Rp 1,8 triliun pada 2023. Pada semester 1 2023, AKRA sudah menjual landbank seluas 36,6 Ha atau setara 49%-52% dari target setahun penuh.

"Kami percaya target dapat dicapai, mengingat volume permintaan landbank yang tinggi, lebih dari 543 Ha baik dari investor asing dan lokal," kata Posmarito dalam risetnya. Menurutnya, tingginya volume permintaan didukung oleh perkembangan ekosistem manufaktur di JIIPE, lokasi strategis, dan statusnya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Baca Juga: AKR Corporindo (AKRA) Cuan Besar dari Penjualan Lahan Industri

Sementara itu, bisnis BBM retail AKRA diperkirakan akan tumbuh secara berkelanjutan. AKRA menargetkan jumlah SPBU BP meningkat dari 41 SPBU per Mei 2023 menjadi 50 SPBU pada akhir 2023 dan 350 SPBU pada tahun 2030.

Didukung oleh peningkatan SPBU di Jabotabek dan Jawa Timur, volume penjualan retail melonjak 105% YoY pada lima bulan pertama 2023. Hal ini juga didorong oleh semakin rendahnya perbedaan harga antara Pertamina dan pemain swasta serta strategi pemasaran yang baik.

"AKRA yakin penambahan SPBU menjadi 350 outlet dapat mendongkrak kontribusi bahan bakar eceran terhadap total volume menjadi 15% pada tahun 2030," ucap Posmarito.

Posmarito merekomendasikan buy untuk AKRA dengan target harga Rp 1.750 per saham, mengimplikasikan PE 2023 sebesar 14,2x. Sementara secara teknikal, Nafan merekomendasikan buy on weakness karena pergerakan harga saham AKRA sudah oversold dengan target harga di Rp 1.355 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×