Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membukukan kinerja operasional yang solid sepanjang tahun 2025 meski menghadapi tantangan penurunan harga komoditas. Emiten migas milik keluarga Panigoro ini mencatatkan rekor produksi minyak dan gas sebesar 156 mboepd dan penjualan listrik mencapai 4.371 GWh.
CEO Medco Energi, Roberto Lorato menjelaskan, capaian tersebut memberikan imbal hasil yang kuat bagi pemegang saham.
"Pada tahun 2025 kami membukukan kinerja yang kuat bagi Perusahaan dan pemegang saham. Total imbal hasil pemegang saham tahunan mencapai rekor 27%, dengan pengembalian sebesar US$ 110 juta kepada pemegang saham," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).
Secara finansial, MEDC mengantongi laba bersih sebesar US$ 101 juta pada 2025, turun dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar US$ 367 juta.
Baca Juga: OJK Tuntaskan 4 Reformasi Pasar Modal: Free Float Hingga Transparansi Data Investor
Roberto menyebut, penurunan ini disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari Amman Mineral Internasional, penurunan nilai aset non-kas, biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga, serta melemahnya harga komoditas.
Di sisi lain, EBITDA Perseroan terjaga di level US$ 1.264 juta, setara dengan pencapaian tahun 2024. Padahal, harga minyak rata-rata mengalami kontraksi sebesar 15% dari US$ 78 per barel menjadi US$ 67 per barel, sementara harga gas juga melemah dari US$ 7,0 menjadi US$ 6,8 per mmbtu.
Terkait posisi utang, utang konsolidasi MEDC meningkat menjadi US$ 3.646 juta. Kenaikan ini terutama dialokasikan untuk aksi korporasi strategis, termasuk pembelian FPSO Marlin Natuna untuk keberlanjutan produksi di Lapangan Forel, serta pembiayaan proyek energi terbarukan dan pembangkit listrik berbasis gas.
Dari sisi operasional migas, kenaikan produksi tahun lalu didorong oleh produksi perdana Lapangan Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B, serta peningkatan hak partisipasi di PSC Corridor. Ekspansi juga berlanjut di tahun 2026, di mana pada 31 Maret lalu, MEDC resmi menandatangani PSC Cendramas di Malaysia sebagai operator.
Untuk bisnis ketenagalistrikan, MEDC berhasil menjual 4.371 GWh listrik, di mana 25% di antaranya bersumber dari energi terbarukan. Hal ini didukung oleh commissioning Pembangkit Panas Bumi Ijen, PLTS Bali Timur, serta ekspansi Batam ELB yang tuntas pada kuartal keempat 2025.
Sementara itu, Direktur Utama Medco Energi, Hilmi Panigoro mengaku puas dengan pencapaian tersebut dan optimistis menyongsong tahun ini.
“Memasuki 2026, kami tetap berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, dengan target produksi Minyak & Gas dan penjualan listrik yang kembali mencatatkan rekor baru bagi Medco,” tandasnya.
Baca Juga: Kinerja Metropolitan Land (MTLA) Terkoreksi Sepanjang 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













